Shopee; Ajak Patungan Kurban Secara Online

Shopee; Ajak Patungan Kurban Secara Online

Shopee; Ajak Patungan Kurban Secara Online

Pengguna dapat membeli kurban secara patungan melalui Fitur Group Hemat

Surabaya, Kabarindo- Menjelang perayaan Idul Adha, Shopee meluncurkan layanan kurban online “Shopee Berkurban” mulai 13-22 Agustus 2018.

Shopee untuk pertama kalinya menghadirkan cara baru beli kurban secara patungan. Untuk itu, Shopee berkolaborasi dengan tiga lembaga penyalur kurban yaitu BAZNAS, Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat.

Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee, mengatakan menunaikan kurban melalui transaksi online kini menjadi sesuatu yang diminati karena praktis dan mudah. Melalui “Shopee Berkurban”, pengguna dapat membeli kurban secara patungan melalui fitur Group Hemat di Shopee.

“Dengan kehadiran fitur ini, umat Islam memiliki akses yang lebih mudah untuk berkurban pada momen Idul Adha, terutama bagi mereka yang hendak berkurban sapi. Tiga lembaga terpercaya yang kami gandeng akan membantu proses distribusi hewan kurban yang dibeli melalui platform kami,” ujarnya.

Pengguna cukup memilih sapi kurban dari lembaga penyalur kurban yang diminati dan mengumpulkan 7 orang untuk membeli kurban bersama. Masing-masing anggota grup akan mendapatkan sertifikat tanda bukti kurban yang telah disalurkan. Bagi pengguna yang ingin berkurban secara perseorangan, tersedia pilihan kambing kurban.

BAZNAS mengangkat tema Kurban Berdayakan Desa dengan menyediakan hewan kurban berupa sapi dan kambing. Kurban dapat memberdayakan jaringan peternak desa, karena hewan kurban dibeli dari peternak desa, dipotong di desa dan dagingnya didistribusikan untuk warga desa di 24 provinsi di Indonesia.

Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban menyediakan beragam pilihan hewan kurban, yaitu kambing standar, kambing premium dan sapi. Hewan-hewan ini diambil langsung dari peternak binaan Dompet Dhuafa yang penyalurannya mencakup 25 provinsi.

Rumah Zakat mengusung Superqurban yang akan mengolah dan mengemas daging kurban kambing dan sapi menjadi kornet dan rendang, untuk menjadi cadangan pangan dari protein hewani bagi masyarakat Desa Berdaya di 34 provinsi.

Penulis: Natalia Trijaji