Sharp Indonesia; Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia; Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Sharp Indonesia; Tambah Lini Produksi Mesin Cuci Satu Tabung

Tingkatkan kinerja ekspor

Surabaya, Kabarindo-PT Sharp Electronics Indonesia menambah lini produksi di kategori mesin cuci, khusus untuk mesin cuci tipe satu tabung / full auto yang kini direlokasi ke pabrik mesin cuci Sharp Indonesia di Karawang International Industrial City (KIIC).

Tadashi Ohyama, CEO PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan penambahan lini produksi merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor.

“Mesin cuci Sharp Indonesia merupakan salah satu kategori produk unggulan kami. Meski banyak fitur dan desain yang dibuat khusus untuk pasar tanah air, ternyata banyak mesin cuci kami yang diminati oleh negara tetangga dengan karakteristik konsumen serupa, seperti di Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Timur Tengah dan banyak negara lainnya,” ujarnya.

Tadashi berharap, hadirnya lini produksi terbaru diharapkan mampu menambah diversifikasi produk lokal Sharp untuk mengisi pasar global tersebut. Dengan mesin yang memadai dan tenaga kerja yang mumpuni, pihaknya bisa membuktikan kesiapan produk-produk lokal maupun SDM Indonesia untuk bersaing di kancah internasional.

Inisiatif Sharp Indonesia untuk membantu menopang bisnis ekspor manufaktur elektronik juga disambut positif oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Ia mengatakan, penambahan lini produksi mesin cuci top loading oleh PT Sharp Electronics Indonesia merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar ekspor.

Pabrik mesin cuci Sharp Indonesia pertama kali beroperasi pada 2008 di Pulogadung dengan luas pabrik 4.537 m². Sukses memenuhi kebutuhan pasar dengan jumlah produksi yang memuaskan, pabrik dipindahkan ke KIIC pada 2013 dengan luas mencapai 11.400 m². Hasilnya, pencapaian produksi mesin cuci tipe dua tabung meningkat pesat hingga sebesar 1,2 juta unit/tahun.

Pencapaian tersebut menjadi pemicu Sharp Indonesia untuk menambah lini produksi mesin cuci satu tabung / full auto. Mesin cuci satu tabung yang diproduksi di pabrik Karawang terdiri dari 14 model dengan kapasitas cuci 8 kg - 12 kg, termasuk mesin cuci megamouth gold series yang dibalut warna emas dan diproduksi terbatas hanya 2.000 unit. Mesin cuci gold series merupakan mesin cuci eksklusif yang diluncurkan dalam rangka merayakan 50 tahun kiprah Sharp Indonesia di Nusantara.

Mesin cuci satu tabung / full auto memiliki fitur lokal yang relevan dengan kondisi Indonesia. Misalnya, mampu menghemat air lebih besar hingga 50%, mampu bekerja dalam kondisi tekanan air yang rendah hingga mengantisipasi tegangan listrik yang tidak stabil. Seluruh mesin cuci satu tabung / full auto juga terjamin dengan adanya ‘Japan 7 Shield’ yang membuat produk-produk Sharp lebih tahan dan awet dari berbagai gangguan.

Hadirnya mesin cuci satu tabung / full auto mendorong Sharp Indonesia untuk menargetkan kapasitas produksi mesin cuci lebih banyak yaitu naik 10 – 15% dari kapasitas produksi semula, juga mematok kenaikan angka ekspor hingga market share.

“Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung / full auto, kami yakin dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan ini, baik dari sisi pengembangan dan perencanaan produk, sampai menggenjot penjualan ekspor tumbuh hingga 20% pada 2020 untuk seluruh kategori produk. Kami juga optimis hasil ekspor dapat berimbas positif pada market share kami keseluruhan,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Pada usia yang semakin dewasa, Sharp Indonesia berkomitmen tidak hanya menjadi produsen elektronik yang unggul dalam bisnis. Lebih dari itu, turut berupaya mewujudkan program pemerintah serta mengembalikan keuntungan bisnis elektronik untuk masyarakat Indonesia. Caranya dengan melakukan transfer teknologi dan pengetahuan maupun mempersiapkan SDM yang berdaya saing.

Penulis: Natalia Trijaji