Sedapnya Lontong Cap Go Meh; Padukan Cita Rasa Jawa & Tionghoa

Sedapnya Lontong Cap Go Meh; Padukan Cita Rasa Jawa & Tionghoa

Sedapnya Lontong Cap Go Meh; Padukan Cita Rasa Jawa & Tionghoa

Disajikan Waroeng Pati di Hotel Deka, rasanya manis, asin, gurih dan pedas

Surabaya, Kabarindo- Dari sisi hiburan, Imlek identik dengan pertunjukan Barongsai. Dari sisi kuliner, Imlek tak bisa lepas dari Lontong Cap Go Meh.

Makanan tersebut memang biasanya disajikan saat Imlek atau hari-hari setelahnya. Hotel Deka menyajikannya bagi tamu di Waroeng Pati mulai 28 Januari – 10 Februari 2020. Tamu bisa menikmati secara gratis khusus pada 28 Januari. Pada hari-hari berikutnya, Lontong Cap Go Meh bisa dipesan ala carte.

Chef de Partie Ronang mengatakan, Lontong Cap Go Meh disajikan dalam rangka perayaan Imlek yang pada tahun ini jatuh pada 25 Januari. Ia menjelaskan, makanan ini merupakan paduan kuliner Jawa dari lontongnya dan Cap Go Meh dari etnis Tionghoa.

“Lontong Cap Gomeh termasuk menu yang komplit. Ada lontong, sayur dan lauknya. Jadi cukup mengenyangkan. Rasanya juga komplit, manis, asin, gurih dan pedas,” tuturnya.

Chef Ronang memaparkan, disebut Lontong Cap Go Meh karena terdiri dari 10 macam bahan. Yaitu lontong, sayur rebung dengan pete, udang, ayam kampung, daging rendang bumbu rujak, telur petis, sambal goreng kentang ati, serundeng kelapa, docang atau trancam yang terbuat dari potongan-potongan kecil kacang panjang serta paduan 3 macam bumbu: bumbu urap, bubuk ebi dan bubuk koya kedele. Tak heran rasanya sedap.

“Kalau makan harus dicampur supaya rasanya pas, menyatu,” ujarnya.

Menurut Chef Ronang, Lontong Cap Gomeh bisa dinikmati setiap saat, baik pagi, siang ataupun malam. Minuman pendamping yang pas adalah sinom, minuman tradisional dari Jawa yang biasanya diteguk sebagai penawar setelah minum jamu yang agak pahit. Bisa pula es gudir yang diracik dari santan, gula merah dengan toping nangka. Hmm...segarnya. Gudir sendiri terbuat dari rumput laut.

“Lontong Cap Go Meh kan paduan cita rasa Jawa dan Tionghoa. Jadi minumannya cocoknya juga yang tradisional seperti sinom dan es gudir,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji