Rotary Club of Surabaya Kaliasin; Lakukan Board Changeover

Rotary Club of Surabaya Kaliasin; Lakukan Board Changeover

Rotary Club of Surabaya Kaliasin; Lakukan Board Changeover

Pergantian kepemimpinan dari Dian Kyriss kepada Etty A. Soraya, tampilkan tarian oleh penyandang tuna rungu dan musik oleh penyandang tuna netra

Surabaya, Kabarindo- Rotary Club of Surabaya Kaliasin melakukan Board Changeover atau pergantian kepemimpinan dari Dian Kyriss yang menjabat selama 2018/2019 kepada Etty A Soraya untuk periode 2019/2020.

Rotary Club of Surabaya Kaliasin telah berdiri selama 29 tahun dan mempunyai 45 anggota yang seluruhnya perempuan. Tahun ini, cabang Kaliasin di bawah Rotary District 3420 melakukan pergantian kepemimpinan dalam club. Pelantikan berlangsung pada Kamis (18/7/2019).

Dian yang menjabat sebagai President Rotary Club of Surabaya Kaliasin 2018-2019 dengan tema Be the Inspiration memberikan tongkat estafetnya kepada Etty yang akan melanjutkan misi kemanusiaan dengan tema Rotary Connects to The World untuk masa Jabatan 2019-2010.

Acara dihadiri oleh District Governor, Febri Dipokusumo, sebagai pimpinan Rotary tertinggi di district 3420 serta didampingi oleh DDG ( Deputy District Governor) Yetti Sutan Siregar, juga para Past District Governor di Surabaya.

Etty mengatakan, ada enam area fokus dalam Rotary International yang setiap tahun dilaksanakan yaitu Kesehatan Ibu dan Anak, Pendidikan dan Literasi, Pengadaan Air Bersih, Pemberdayaan Ekonomi Daerah dan Komunitas, Pencegahan Penyakit dan Pengobatan serta Perdamaian dan Pencegahan Konflik Internasional.

“Saya tidak dapat bekerja sendiri. Tentunya bersama para anggota Rotary serta donatur. Kami bahu membahu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan serta berdampak positif terhadap lingkungan sekitar maupun dunia sesuai dengan tema tahun ini Rotary Connects The World,” ujar Etty.

Pada kesempatan tersebut, ditampilkan kesenian Tari Jejer dari Banyuwangi yang dibawakan oleh penari kakak beradik. Salah satunya adalah Wulan, penyandang tuna rungu. Mereka menari dengan lincah dan gemulai diiringi musik yang rancak. Kekurangan Wulan tak tampak. Sebaliknya ia mampu menunjukkan ketrampilannya seperti penari lainya. Juga ditampilkan Kiki, penyanyi dan pemain keyboard tuna netra yang membawakan lagu dengan suara bening.

“Mereka mempunyai kekurangan secara fisik, tapi memiliki talenta yang luar biasa. Orang-orang seperti mereka harus diapresiasi, didorong dan difasilitasi untuk terus maju,” komentar Etty.

Ia menambahkan, menjadi sebuah tanggung jawab baginya sebagai individu dan pimpinan Rotary Club of Surabaya Kaliasin untuk memberikan ruang berkreasi bagi para penyandang disabilitas, juga memberikan tenaga, pikiran serta kemampuan finansial dalam pengabdian kepada masyarakat.

Penulis: Natalia Trijaji