POCARI SWEAT BINTANG SMA 2020: Ajak Remaja Unjuk Bakat, Wujudkan Mimpi

POCARI SWEAT BINTANG SMA 2020: Ajak Remaja Unjuk Bakat, Wujudkan Mimpi

POCARI SWEAT BINTANG SMA 2020: Ajak Remaja Unjuk Bakat, Wujudkan Mimpi

Ajang pencarian bakat online anak SMA

Surabaya, Kabarindo- POCARI SWEAT menggelar BINTANG SMA 2020, satu-satunya ajang pencarian bakat daring untuk anak SMA/sederajat di Indonesia.

Kompetisi ini hadir dengan konsep yang sepenuhnya dilakukan secara daring untuk memudahkan anak SMA/sederajat menunjukkan talenta dan mewujudkan mimpi di ajang tersebut.

Caranya dengan mengirimkan video bakat melalui media sosial Instagram, Twitter atau Microsite. Bakat para finalis akan diasah melalui serangkaian acara yang diisi oleh para juri dan experts. Pemenang utama berkesempatan untuk menjadi brand ambassador dan bintang iklan POCARI SWEAT selanjutnya.

Dalam kondisi pandemi, POCARI SWEAT melalui kampanye BINTANG SMA 2020 ingin menyampaikan pesan penting kepada anak-anak SMA/sederajat untuk tetap berusaha dan percaya bahwa tidak ada yang dapat membatasi diri mereka untuk mewujudkan mimpi dalam kondisi apapun.

“Sesuai dengan tema tahun ini Sweat for Dream, POCARI SWEAT percaya, apapun mimpi mereka, jika mau berkeringat dan berusaha, mereka akan mampu meraihnya,” ujar Puspita Winawati, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka.

Ajang tersebut sukses pada tahun lalu yang melibatkan ribuan partisipan dari 150 sekolah di 19 kota di Indonesia dengan bermacam bakat seperti akting, musik, make-up, olahraga hingga kreator konten. Hal ini melatarbelakangi POCARI SWEAT untuk terus berinovasi, salah satunya lewat kolaborasi dengan Youtube dan Narasi.

“Bersama dengan mitra yang kredibel terutama di dunia digital, kami berharap bisa menginspirasi anak muda untuk menunjukkan bakat. Youtube bersama content creators-nya akan memberikan tips membuat konten yang lebih baik dan Narasi membantu merangkul anak muda agar lebih berani dalam mewujudkan mimpi,” ujar Wina.

Bakat para peserta akan dinilai oleh tim juri yang terkenal dan ahli di bidangnya yaitu Najwa Shihab, Gading Marten, Kunto Aji, Anindya Putri dan Ufa Sofura.

Pendiri Narasi, Najwa Shihab, mendukung penuh program POCARI SWEAT BINTANG SMA 2020 yang sejalan dengan visi Narasi yang selalu mendorong anak muda Indonesia untuk bergerak, seperti kegiatan-kegiatan yang dilakukan Narasi selama ini.

Najwa mendorong anak muda untuk tidak takut bermimpi, karena kesuksesan dimulai dari mimpi, kemudian diwujudkan dalam tindakan secara konsisten. Mereka selayaknya mencari kesempatan atau peluang untuk mewujudkannya melalui usaha yang sungguh-sungguh.

“Masa SMA adalah saat paling seru untuk belajar macam-macam dan masa untuk berlari sekencang-kencangnya mengejar bakat. Waktu dan energi kalian sangat besar, manfaatkan sebaik mungkin. Kalian bisa mengikuti kompetisi dan kegiatan unjuk bakat virtual, untuk meyakinkan diri maupun orang lain bahwa bakat kalian penting disaksikan,” ujar Najwa yang menjadi Head of Judges POCARI SWEAT BINTANG SMA 2020.

Najwa mengatakan, mungkin banyak yang takut untuk mengikuti BINTANG SMA 2020. Menurut ia, tak perlu takut mencoba. Gagal tidak apa-apa. Masih banyak waktu untuk berhasil. Kegagalan tersebut merupakan pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.

“Jangan takut gagal. Ini merupakan kesempatan untuk mengasah kemampuan dan menabung pengalaman,” ujarnya.

Gading Marten, aktor dan presenter, mengaku sangat senang menjadi juri BINTANG SMA untuk kedua kalinya. Ia kagum melihat antusiasme anak-anak SMA yang tinggi untuk mewujudkan mimpi mereka. Ia yakin, antusiasme yang sama akan tampak di ajang tahun ini.

“Tak ada kata terlambat untuk mewujudkan mimpi. Mumpung masih muda, energi tinggi, punya banyak waktu. Kapan lagi mulai kalau bukan sekarang. Ini saatnya berkreasi. Jangan sampai kehilangan kesempatan emas,” ujarnya.

Untuk menemukan bakat tersebut, Gading menyarankan kaum remaja untuk mengenali diri sendiri lebih dulu kemudian menggalinya. “Jangan minder. Jadilah bintang di bidang yang jadi bakatmu,” serunya.

Kunto Aji, penyanyi dan penulis lagu, menambahkan supaya anak muda menemukan jati diri, kemudian menunjukkan bakat yang dimiliki. Banyak sisi yang bisa dikembangkan dari bakat tersebut.

“Generasi sekarang lebih beruntung, karena era digital memberikan banyak kesempatan dan cara untuk menunjukkan bakat,” ujarnya.

Kunto berharap banyak anak muda di Indonesia tidak enggan apalagi takut untuk mengekspresikan diri dengan mengikuti ajang tersebut. Ia yakin, anak muda Indonesia itu kreatif dan mampu mewujudkan mimpi mereka.

Wina berharap, BINTANG SMA 2020 bisa melahirkan bintang yang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang lain, terutama anak muda.

Penulis: Natalia Trijaji