Persana Wadahi Pelaku Usaha Fashion di Jatim; Gelar Kamini Expo

Persana Wadahi Pelaku Usaha Fashion di Jatim; Gelar Kamini Expo

Persana Wadahi Pelaku Usaha Fashion di Jatim; Gelar Kamini Expo

Adakan talkshow, workshop, pameran dan fashion show

Surabaya, Kabarindo- Kebutuhan masyarakat terhadap fashion dan perkembangannya melahirkan Persana yaitu Perkumpulan Pengusaha Busana untuk mewadahi para pelaku usaha di bidang fashion di Jawa Timur.

Ketua Persana, Soesi Soekotjo, mengatakan Persana berdiri pada 2017, namun baru sekarang memperkenalkan diri kepada masyarakat di acara grand launching bertema Kamini Santika Baksya di main atrium Grand City Mall Surabaya pada akhir pekan ini.

“Kami ingin masyarakat lebih mengenal Persana. Karena itu, kami mengadakan acara ini sekaligus menampilkan busana rancangan beberapa anggota kami,” ujarnya.

Soesi menyebutkan, Persana memiliki 31 anggota aktif yang kebetulan semuanya perempuan dari beragam usia. Mereka mencakup produsen fashion, desainer dan penyedia jasa yang berkaitan dengan fashion.

Soesi menjelaskan, visi Persana adalah menghadirkan produk-produk fashion guna memenuhi kebutuhan kaum perempuan untuk tampil cantik dan elegan. Sedangkan misi Persana adalah mencetak pengusaha perempuan di industri fashion dan retail yang mampu bersaing di kancah lokal, nasional maupun internasional.

Di acara grand launching tersebut dilakukan peluncuran Persana Year Book 2019/2020 yang berisi tentang Persana dan para anggotanya serta hasil karya mereka. Di dalam buku ini juga terdapat info tentang desain-desain yang akan hadir selama satu tahun ke depan.

Selain itu, juga diadakan talkshow, workshop, pameran dan fashion show yang menampilkan busana karya 5 desainer yaitu Ulfa Mumtaza, Lilik, Titin Sudarsa, Ratna dan Dewi Nurshanti. Fashion show ini mengusung tema Kamini Santika Baksya yang diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya perempuan cantik, kuat dan kreatif.

Ulfa Mumtaza dan Lilik menampilkan busana yang menggambarkan Kamini, sosok perempuan yang cantik. Titin menghadirkan rancangan yang menggambarkan Santika, sosok perempuan yang kuat, sedangkan karakter Baksya yang menggambarkan kreativitas diusung oleh Ratna dan Dewi Nurshanti dalam karya mereka.