Persana Luncurkan Kamini Santika Baksya; Tampilkan Karya 5 Desainer

Persana Luncurkan Kamini Santika Baksya; Tampilkan Karya 5 Desainer

Persana Luncurkan Kamini Santika Baksya; Tampilkan Karya 5 Desainer

Rancangan Ulfa Mumtaza, Lilik Sulamdari, Titin Sudarsa, Ratna dan Dewi Nurshanti

Surabaya, Kabarindo- Perkumpulan Pengusaha Busana (Persana) menggelar grand launching bertema Kamini Santika Baksya di main atrium Grand City Mall Surabaya pada akhir pekan ini. Persana mewadahi para pelaku usaha di bidang fashion di Jawa Timur.

Acara menghadirkan fashion show yang menampilkan busana karya 5 desainer yaitu Ulfa Mumtaza, Lilik Sulamdari, Titin Sudarsa, Ratna dan Dewi Nurshanti. Fashion show ini mengusung tema Kamini Santika Baksya yang diambil dari bahasa Sansekerta, yang artinya perempuan cantik, kuat dan kreatif. Maka rancangan mereka menggambarkan sosok perempuan yang cantik, berkarakter dan kreatif.

Lilik dari Sulamid Boutique menampilkan busana yang full color dari batik Jember yang berciri khas daun tembakau berwarna-warni seperti merah, kuning, hijau dan orange. Menurut Lilik, ia mengangkat batik tradisional untuk menjadikannya busana yang indah dan glamor.

Gaun tersebut terbuka di bagian bawah dengan pants warna senada, memiliki cutting unik berlengan balon dengan neck tinggi. Lilik menggunakan bahan kain ducces hijau yang tampak mengembang dan glosy, sehingga memberikan kesan glamor, namun simple. Warna batiknya terkesan hidup, apalagi ditambah untaian payet swarozki warna-warni.

“Gaun ini bisa dikenakan oleh segala usia,” ujarnya

Sedangkan Ulfa menampilkan gaun pengantin yang terinspirasi dari kecintaan terhadap batik. Ia mengaku, desain-desainnya selama ini dominan menggunakan bahan batik. Begitu pula dengan desainnya kali ini yang menggunakan bahan batik Madura.

“Ide saya kali ini terinspirasi dari busana pengantin yang lebih populer dengan kebaya atau gaun Eropa modern maupun klasik. Saya tergelitik untuk merancang gaun pengantin berciri khas Nusantara. Maka saya mencoba mengaplikasikan desain gaun pengantin menggunakan bahan utama batik,” tuturnya.

Ulfa berharap karyanya bisa diterima dan diminati oleh para pecinta fashion serta menambah khasanah mode dengan mengangkat batik-batik di Nusantara.

Desainer lainnya, Dewi Nurshanti dari Saharaz Modest Attire menampilkan Muse Dress. Desain gaun ini diambil dari kata Santika yang menggambarkan sosok perempuan lndonesia yang kuat yaitu ratu Majapahit, Tribhuwana Wijaya Tunggadewi, yang terkenal dalam sejarah.

Nama asli Tribhuwana adalah Dyah Gutarja, putri dari Raden Wijaya dan Gayatri. Menurut kitab Negara Kertagama, Tribhuwana memerintah didampingi suaminya, Kertawardhana. Pada 1331, kerajaannya berhasil menumpas pemberontakan Sadeng dan Keta.

Peristiwa penting berikutnya yang tertulis dalam kitab Pararaton adalah Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada saat dilantik sebagai mahapatih Majapahit pada 1334. Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati makanan enak sebelum berhasil menyatukan seluruh kepulauan Nusantara di bawah Majapahit. Pemerintahan Tribhuwana terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit ke seluruh Nusantara.

Dewi menggunakan bahan batik Mojokerto, kota yang merupakan pusat Kerajaan Mahapahit pada zaman dulu. Batik ini memuat lambang Surya Majapahit yang berarti kejayaan Majapahit. Busana rancangan Dewi memiliki desain yang tegas, kuat dan mewah yang menggambarkan kekuatan dan kemewahan seorang Ratu Tribhuwana.

Penulis: Natalia Trijaji