Percepat Internasionalisasi; ITS Magangkan SDM ke Luar Negeri

Percepat Internasionalisasi; ITS Magangkan SDM ke Luar Negeri

Percepat Internasionalisasi; ITS Magangkan SDM ke Luar Negeri

Magang di 7 universitas di Thailand dan 2 universitas di Malaysia

Surabaya, Kabarindo- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas untuk segera menuju World Class University. Tak hanya dari kualitas pendidikan, namun juga kualitas sumber daya manusia (SDM) agar dapat bersaing di ranah internasional.

Untuk mendukung percepatan internasionalisasi tersebut, salah satu langkah yang dilakukan ITS adalah mengirimkan sejumlah staf atau tenaga kependidikan (tendik) untuk magang kerja di universitas mancanegara melalui program Outbond Staff Mobility (OSM).

Program tersebut sudah dilaksanakan sejak 2013. Pada tahun ini, ITS memberangkatkan 64 orang tendik ke beberapa universitas di Malaysia dan Thailand. Para peserta magang diberi pengarahan dan dilepas secara resmi oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD di Rektorat ITS.

Dr rer nat Maya Shovitri, Deputy Director of International Office for Admission & Mobility ITS, mengatakan tujuan ITS mengadakan program OSM yaitu memberikan wawasan baru berstandar internasional bagi tendik, tendik mampu menjalin networking (kerja sama) secara mandiri dan memperkuat serta menjaga networking yang sudah terjalin.

Ia menambahkan, OSM merupakan kegiatan internship (magang) di berbagai universitas luar negeri untuk meningkatkan kapasitas SDM. Sepanjang 2013-2017, OSM hanya dilaksanakan di Thailand. Namun pada tahun ini dilaksanakan di Thailand dan Malaysia.

Total ada 7 universitas di Thailand yaitu Sirindhorn International Institute of Technology (SIIT), King Mongkut's University of Technology North Bangkok (KMUTNB), King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Mahidol University, Suranaree University of Technology (SUT), King Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT). Sedangkan di Malaysia ada dua universitas yaitu University Kuala Lumpur Malaysia France Institute (UniKL MFI) dan University of Malaya (UM).

“Kelebihan OSM tahun ini dibandingkan tahun lalu adalah para tendik akan fokus magang di satu universitas. Mereka akan berangkat secara mandiri dan fokus di satu bidang yang dikuasai, sehingga hasilnya akan lebih maksimal,” kata Maya.

Dari 95 staf yang mendaftar program OSM, 84 staf dinyatakan lolos tahap administrasi kemudian melalui tahap desk evaluation termasuk TOEFL, hingga tersisa 64 orang yang akan diberangkatkan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini tendik diberangkatkan secara mandiri.

“Beban yang diemban oleh tendik ITS yang berangkat ke luar negeri cukup berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Maya.

Para peserta magang akan diberangkatkan dalam tiga batch (tahapan). Batch pertama sudah diberangkatkan, batch kedua dan ketiga akan berangkat pada awal dan akhir Juli nanti. Masing-masing batch akan menjalani magang selama seminggu.

Prof Joni mengatakan tujuan tendik melakukan internship adalah untuk mengetahui cara belajar di sana, cara kerja di sana dan menjalin networking yang bagus. Networking merupakan hal yang penting di era digital 4.0 ini.

Ia menekankan, tantangan baru akan selalu ada saat magang di luar negeri. Semua tidak sesulit yang kita bayangkan. Selama kita selalu terbuka untuk belajar, kita akan bisa survive,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji