Pentingnya Disinfeksi Masker Sebelum Dibuang; Membahayakan Kesehatan

Pentingnya Disinfeksi Masker Sebelum Dibuang; Membahayakan Kesehatan

Pentingnya Disinfeksi Masker Sebelum Dibuang; Membahayakan Kesehatan

Rendam masker ke dalam cairan disinfektan atau larutan sabun untuk mematikan virus Covid-19

Surabaya, Kabarindo- Penerapan protokol kesehatan mengharuskan setiap orang memakai masker. Masker kain bisa digunakan beberapa kali, sedangkan masker medis hanya dipakai sekali lalu dibuang. Hal ini menimbulkan limbah masker yang harus dipikirkan pengelolaannya.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik, perlu diketahui bahwa limbah masker sekali pakai yang dibuang ke tempat sampah merupakan limbah infeksius. Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi organisme patogen dalam jumlah dan virulensi (kemampuan) yang cukup untuk menularkan penyakit terhadap manusia rentan.

Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, jumlah limbah masker sekali pakai melonjak di tengah pandemi Covid-19. Limbah ini berpotensi menjadi penyakit baru, karena tidak hanya digunakan oleh para petugas medis. Masker ini juga banyak menjadi limbah rumah tangga. Pengelolaan limbah infeksius mengacu pada PP Nomor 101 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3).

Pakar lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, I Gusti Dewa Ayu Agung Warmadewanthi ST MT PhD, menekankan pentingnya proses disinfeksi atau pembersihan mikroorganisme pada limbah masker sebelum dibuang.

Sampah ini harus diolah, karena membahayakan kesehatan manusia dan bersifat infeksius. Proses disinfeksi dilakukan dengan membersihkan masker menggunakan bahan disinfektan,” ujar Wawa, sapaan akrab dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS ini.

Terkait pandemi Covid-19, ITS telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya dan kecamatan-kecamatan di kota untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat terkait cara pengelolaan limbah masker.

Urgensi dari pengelolaan limbah ini adalah karena virus Covid-19 bisa menular melalui benda terjangkit. Dengan melakukan disinfeksi, risiko penyebaran virus Covid-19 bisa lebih kecil,” ujar alumnus National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini.

Wawa mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan proses disinfeksi masker sekali pakai sebelum dibuang. Metode untuk membersihkan masker infeksius cukup mudah yaitu dengan cara merendam masker ke dalam cairan disinfektan atau larutan sabun. Larutan sabun sudah bisa mematikan virusnya.

Karena metode dan alat yang dibutuhkan sangat sederhana, perempuan berusia 45 tahun tersebut berharap masyarakat benar-benar berpartisipasi dalam melakukan pembersihan mikroorganisme masker sekali pakai di rumah untuk mencegah potensi bahaya yang mengancam, terutama bagi para pengepul sampah.

Penulis: Natalia Trijaji