Para Pemain Film DreadOut Bagikan Pengalaman; Saat Roadshow & Syuting

Para Pemain Film DreadOut Bagikan Pengalaman; Saat Roadshow & Syuting

Para Pemain Film DreadOut Bagikan Pengalaman; Saat Roadshow & Syuting

Caitlin Halderman, Ciccio Manassero dan Susan Sameh sambangi beberapa kota, merasa senang dan puas bertemu para penggemar

Malang, Kabarindo- Pemutaran sebuah film biasanya dibarengi meet & greet atau nobar bersama para pemainnya di sejumlah kota. Inilah yang dilakukan para pemain film DreadOut dalam roadshow dengan menyambangi sejumlah kota untuk bertemu para penggemar dan melakukan nobar.

Roadshow berlangsung selama 3-8 Januari dengan menyambangi 15 kota di Jawa mulai Karawang sampai Malang yang dibagi dua tim. Tiga dari para pemain DreadOut, Caitlin Halderman, Ciccio Manassero dan Susan Sameh ikut mengunjungi sejumlah kota. Caitlin menyambangi beberapa kota antara lain Cirebon, Semarang dan Mojokerto. Sedangkan Ciccio menyambangi Gresik, Sidoarjo, Surabaya dan Malang.

Caitlin mengungkapkan perasaannya selama perjalanan roadshow. Ia mengaku mendapat pengalaman seru dan menyenangkan.

“Emang capek sih, tapi seneng, bisa ketemu masyarakat, para penggemar. Mereka antusias ketemu kita dan nonton DreadOut. Tapi kita puas. Capeknya terbayar,” ungkap gadis yang memerankan tokoh Linda di Dread Out.

Susan yang memerankan tokoh Dian, mengiyakan setuju. Ia merasakan hal yang sama. Menurutnya, yang penting bagaimana menjaga mood selama berkeliling.

“Itu sudah konsekuensi ya. Jadi dibikin asyik aja. Jaga mood-nya dengan makan dan cukup istirahat,” terangnya.

Ciccio menambahkan, yang tak kalah penting adalah kebersamaan dengan rekan-rekan pemain dan tim serta para penggemar yang sudah menunggu kehadiran mereka untuk bertemu dan berinteraksi.

Susan menuturkan serunya bertemu para penggemar. “Saking antusiasnya mereka, sampai ada yang nyubit aku,” ujarnya lalu tertawa.

“Aku juga ditarik-tarik. Mereka pingin salaman dan foto bareng,” imbuh Caitlin.

Padatnya jadwal roadshow membuat Caitlin, Ciccio dan Susan tak bisa berwisata kuliner dan jalan-jalan. “Yah gimana lagi. Pinginnya sih bisa jalan-jalan dan kulineran. Mungkin lain kali ya,” ujar Caitlin.

DreadOut merupakan film horor kedua yang dibintangi Susan. Karena film ini diadaptasi dari game, ia harus mampu membawakan sosok Dian secara solid dan total.

“Kita nggak mau mengecewakan penonton, terutama gamers yang sudah memainkan DreadOut dan benar-benar mengenal para tokoh di dalamnya. Readingnya 2 bulan dibimbing mas Timo,” ujar Susan.

Ciccio mengaku belum pernah bermain game DreadOut. Jadi ia melakukan cara lain untuk membantunya mendalami karakter sebagai Alex.

“Aku kan bukan gamer. Jadi aku cari referensi dari blog dan lain-lain, juga diskusi dengan mas Timo,” ujarnya.

Susan menuturkan pengalamannya selama syuting yang berlangsung 33 hari. “Kan syutingnya kebanyakan di studio. Banyak adegan basah-basahan. Aku nggak kuat dingin. Sempat sakit, kena sinusitis dan masuk rumah sakit. Tahu-nya kena sinus ya baru itu. Nggak apa-apa. Sudah konsekuensi kerja. Tetap semangat,” ujarnya lalu tertawa.

Film DreadOut merupakan hasil besutan Kimo Stamboel yang diadopsi dari game ciptaan Digital Happiness asal Bandung berjudul sama. Film ini menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Mereka pergi ke apartemen kosong pada malam hari untuk merekam kegiatan selama di sana. Tanpa sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.

Sejak tayang perdana di seluruh bioskop pada 3 Januari lalu, film DreadOut telah menembus sekitar 380 ribu penonton. Hal ini menunjukkan respon masyarakat yang sangat besar sehingga menggembirakan para pemain dan tim DreadOut.

Penulis: Natalia Trijaji