Lebih dari 100 pelajar Jatim; Ikuti XL Axiata Youth Leadership Camp 2019

Lebih dari 100 pelajar Jatim; Ikuti XL Axiata Youth Leadership Camp 2019

Lebih dari 100 pelajar Jatim; Ikuti XL Axiata Youth Leadership Camp 2019

Bekali siswa SMA/SMK hadapi revolusi industri 4.0

Surabaya, Kabarindo- Lebih dari 100 pelajar se-Jawa Timur mengikuti XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019 di Surabaya pada Jumat dan Sabtu, 20-21 September 2019.

XYLC 2019 merupakan program pengembangan kepemimpinan dan karakter yang diadakan PT XL Axiata Tbk. bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia.

Tujuan utama diadakannya XYLC adalah untuk menciptakan generasi muda dengan kualitas daya saing tinggi yang adaptif terhadap perubahan sesuai dengan tuntutan era revolusi industri 4.0. Untuk itu, XL Axiata telah menyiapkan serangkaian topik pelatihan yaitu Berpikir Kristis dan Kreatif, Public Speaking, Digital Collaboration, Media Sosial yang Menginspirasi, Pemecahan Masalah, Emotional Intelligence dan Kepemimpinan.

Program tahunan tersebut kali ini diikuti lebih dari 600 siswa setingkat SMA/SMK di 6 kota. Setelah berlangsung di Jakarta, Semarang, Makassar dan Medan, XYLC 2019 digelar di Surabaya yang akan disusul di Jogja.

XYLC terbuka untuk sekolah-sekolah dari kota atau kabupaten terdekat dengan lokasi. XYLC di Surabaya diikuti oleh 60 sekolah yang tersebar di Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Lamongan, Madiun, Bangkalan, Pamekasan, Malang, Mojokerto, Pacitan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Singosari, Tulungagung dan Surabaya.

Karena kuota peserta terbatas hanya 100 peserta per lokasi, maka panitia memprioritaskan peserta yang menjadi pengurus organisasi siswa di sekolah (OSIS, MPK, Pramuka dan lainnya). Diharapkan program ini terus mendapat dukungan dari sekolah yang pernah menerima manfaat.

Group Head XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim, mengatakan pihaknya akan menerapkan kurikulum yang dapat membantu para pelajar SMA/SMK menghadapi revolusi industri 4.0, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan soft skill yang belum banyak diajarkan di sekolah formal.

“Soft skill atau yang dikenal dengan transversal skill merupakan kualitas yang dibutuhkan di semua bidang kerja. Kemampuan ini mencakup kreativitas, imaginasi, intuisi, emosi dan etika yang bermanfaat dalam membangun interaksi sosial,” ujarnya.

Ada beberapa kompentensi dasar yang harus dipersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Selain berupa hard skills yang sudah banyak diajarkan di sekolah, mereka juga memerlukan soft skills yang akan membantu proses interaksi sosial di semua keahlian. Hal ini sesuai dengan rumusan World Economic Forum mengenai kemampuan atau soft skills yang perlu dimiliki oleh semua orang saat ini, antara lain kemampuan menyelesaikan permasalahan, berpikir kritis, kolaborasi dan koordinasi, komunikasi serta kemampuan kognitif yang baik.

Secara teknis, para peserta dibimbing oleh pembicara yang merupakan karyawan XL Axiata dengan keahlian yang sudah teruji. Mereka juga memperoleh mentoring berkelanjutan dari para mahasiswa peserta XL Future Leaders dan akan mendapatkan e-sertiflkat dari XL Axiata.

Penulis: Natalia Trijaji