LCS Shining Donasikan Kaki Palsu; untuk Anak-anak Difabel

LCS Shining Donasikan Kaki Palsu; untuk Anak-anak Difabel

LCS Shining Donasikan Kaki Palsu; untuk Anak-anak Difabel

Bantu motorik mereka agar bisa berjalan dengan normal dan beraktivitas sehari-hari dengan lebih baik

Surabaya, Kabarindo- Sebanyak 8 anak dari beberapa kota menerima donasi kaki palsu yang diberikan oleh Lions Club Surabaya (LCS) Shining di atrium Grand City Mall Surabaya pada Minggu (22/11/2020).

Lilies Sugianto, Board of Director LCS Shining, mengatakan donasi kaki palsu tersebut diberikan sebagai bakti sosial kepada sejumlah anak difabel. Ada 10 kaki palsu yang diberikan kepada 8 anak, karena ada yang mendapat 2 kaki palsu.

“Kami rutin mengadakan bakti sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Bentuknya bermacam-macam. Ada pembagian sembako dan lain-lain. Kali ini pemberian kaki palsu, terutama untuk anak-anak difabel,” ujarnya.

Lilies berharap, kaki palsu tersebut bermanfaat bagi anak-anak untuk membantu motorik mereka agar bisa berjalan dengan normal dan beraktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

“Anak-anak itu kan generasi penerus bangsa. Mereka layak untuk hidup normal dan bebas bergerak. Juga supaya mereka tidak minder bergaul, karena mengalami kekurangan. Diharapkan bantuan kaki palsu ini bisa membuat mereka percaya diri,” ujarnya.

Anak-anak difabel penerima kaki palsu datang bersama keluarga. Mereka tampak gembira menerima kaki palsu tersebut dan segera memakainya untuk berjalan. Di antara mereka terdapat Simaka Diendsu, siswa kelas 2 SD dari Trenggalek, yang didampingi ibunya, Aris Widyawati.

Menurut si ibu, putrinya cacat sejak lahir, tidak memiliki bagian kaki di bawah lutut sebelah kiri. Namun putrinya tetap semangat menjalani hari-harinya. Kaki palsu tersebut akan membuatnya lebih bersemangat.

Simaka mengatakan senang mendapat kaki palsu untuk kaki kirinya. “Iya, seneng. Sekarang bisa lebih bebas bergerak,” ujarnya.

Anak lain, Safya Amira yang berusia 12 tahun asal Sampang, Madura, mendapatkan sepasang kaki palsu. Ia senang bisa mendapatkan sepasang kaki palsu baru, karena yang lama sudah tidak muat. Safya langsung mencoba berjalan setelah kedua kaki palsunya terpasang. Awalnya ia dibantu ayahnya ketika berjalan. Namun kemudian ia mulai terbiasa dan bisa berjalan tanpa bantuan.

Penulis: Natalia Trijaji