Kolaborasi Vans dengan 15 Seniman Asia Pasifik; Luncurkan Koleksi Off The Wall Art 2020

Kolaborasi Vans dengan 15 Seniman Asia Pasifik; Luncurkan Koleksi Off The Wall Art 2020

Kolaborasi Vans dengan 15 Seniman Asia Pasifik; Luncurkan Koleksi Off The Wall Art 2020

Pamerkan kemampuan artistik mereka melalui rangkaian siluet, pakaian dan aksesoris serta sepatu Vans Classic

Surabaya, Kabarindo- Vans mendukung ekspresi kreatif dan bekerja sama dengan 15 seniman dari seluruh kawasan Asia-Pasifik untuk meluncurkan koleksi Off The Wall Art tahun ini.

Mereka adalah Cheung Yik Lui, Duyanaizi, FXXLDOGG, Hororoworld, Jiayi Sun, Lickpalik, Lydia Yang, Mooncasket, Nichinichi, Ohamking, Panda Mei, Tyakasha, Wang Zijing, Wesker Zhan dan Whang OD yang memamerkan kemampuan artistik mereka melalui rangkaian siluet, pakaian dan aksesoris serta sepatu Vans Classic.

Dari Indonesia ada Lickpalik (Nurfadli Mursiding), komikus dari Pare Pare, Sulawesi Selatan. Sebagian besar karya seni dan komiknya terinspirasi dari kartun era 90-an dan pengalaman hidup sehari-hari. Pada 2018, Lickpalik berpartisipasi sebagai artis utama di sebuah event kompetisi art dari Vans yaitu Custom Culture di Kota Odawara, Jepang.

Lickpalik adalah salah satu pendiri Mindblowon Studio dan pencipta komik “TAHILALATS” Indonesia yang terkenal dengan total 9 juta pengikut yang tersebar di media sosial. Ia bersama timnya sekarang mengembangkan produk yang lebih kreatif seperti urban toys, clothing line, board game, animasi pendek dan lainnya.

Vans bekerja sama dengan Lickpalik merilis salah satu koleksi Summer 2020 pada bulan ini di bawah naungan PT Navya Retail Indonesia. Inspirasi dan ide dari desain yang dibuat untuk koleksi OTW Art ini diambil dari pengalaman dan keseharian yang dialami banyak orang.

Lickpalik menuturkan, sejak saya kecil ia suka menggambar kartun. Kartun era 90-an adalah salah satu pengaruh terbesar baginya untuk ilustrasi dan gaya komiknya.

“Inspirasi saya datang dari pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Saya suka mengambil sisi konyol dan ironi hidup. Semoga orang tersenyum saat melihat karya saya,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji