Kengo Kuma; Rancang Menara Hunian Baru Crown Group

Kengo Kuma; Rancang Menara Hunian Baru Crown Group

Kengo Kuma; Rancang Menara Hunian Baru Crown Group

Terkenal akan desainnya yang menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi lokal sekaligus mempertimbangkan kebutuhan pada masa depan

Surabaya, Kabarindo- Arsitek Jepang terkenal, Kengo Kuma, yang bermitra dengan firma arsitektur Australia, Koichi Takada Architects, menjadi pemenang dalam kompetisi desain untuk menara hunian baru Crown Group di kawasan Waterloo, Sydney, Australia.

Menara hunian setinggi 19 lantai ini akan menghadirkan kolam renang tanpa batas yang terletak di atap menara, pusat kebugaran dan ruang komunitas dengan eksterior hijau penuh tanaman untuk menghadirkan hutan rimbun bertingkat.

Rencana pembangunan berlokasi di 48 O'Dea Avenue Waterloo yang terdiri dari 384 unit apartemen mewah di lima menara hunian mulai lantai 4-19, sejumlah restoran dan kafe serta pertokoan.

Proyek ini akan menjadi pengembangan ketiga bagi Crown Group di Waterloo setelah Viking by Crown Group yang tuntas pada 2014 dan Waterfall by Crown Group yang diluncurkan pada tahun lalu. Proyek hunian ini akan menjadi rumah bagi ratusan penduduk Waterloo ketika selesai pada 2020 dan diharapkan akan tercipta lebih dari 40.000 pekerjaan di kawasan Green Square pada 2030.

Crown Group memiliki visi untuk Waterloo yang sebelumnya adalah daerah gudang industri menjadi lingkungan hijau yang sehat melalui gaya hidup resor khas Crown Group bagi penghuninya dan budaya baru yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Diawasi oleh pemerintah kota Sydney, kompetisi untuk mendesain pembangunan hunian tertinggi ini menarik sejumlah ahli termasuk arsitek independen untuk menilai keunggulan desain arsitektur.

Ini menjadi kali pertama Kengo Kuma and Associates merancang hunian untuk Crown Group. Kengo Kuma terkenal akan desainnya yang menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi lokal sekaligus mempertimbangkan kebutuhan pada masa depan.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya dan etos unik masing-masing, yang sesuai dengan keinginan Crown Group untuk mendorong batas-batas desain.

“Kedua arsitek ini terkenal akan kreativitas mereka. Kolaborasi keduanya akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik untuk Sydney. Proyek ini akan menjadi tambahan hunian baru berdesain modern di kawasan Green Square, Sydney, yang berkembang,” ujarnya.

Kengo Kuma belajar di Universitas Columbia, New York City, masuk dalam lima besar Dezeen Hot List tahun lalu. Ia mendirikan Kengo Kuma and Associates, Inc. pada 1990 dan perusahaan ini telah menciptakan sejarah panjang di negara asalnya Jepang. Pada tahun lalu ia merancang menara di kawasan Circular Quay Sydney dan The Darling Exchange yang merupakan bagian dari rencana pemerintah New South Wales senilai Rp.34 triliun untuk mengembangkan kembali kawasan Darling Harbour.

Kuma mengatakan ingin memberikan suasana yang hangat dan alami kepada masyarakat dengan strategi desain yang unik. Volume atas menara berubah menjadi bagian bawah teras untuk menciptakan keintiman antara bangunan dan pejalan kaki.

Sedangkan Koichi Takada lahir di Jepang dan memulai karirnya di Tokyo, namun pindah ke Sydney pada 1997. Perusahaannya, Koichi Takada Architects, memenangkan banyak penghargaan untuk desain termasuk perumahan, ritel, perhotelan dan lokasi acara kebudayaan.

“Saya memiliki ide green luxury. Setiap bangunan dirancang dengan sentuhan manusia untuk mengekspresikan karakter arsitekturnya yang organik dan berbeda,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji