ITS Raih Juara; Di Kompetisi Kapal Ferry Safety Design Di Amerika

ITS Raih Juara; Di Kompetisi Kapal Ferry Safety Design Di Amerika

ITS Raih Juara; Di Kompetisi Kapal Ferry Safety Design Di Amerika

Rancang kapal yang nyaman, andal, ramah lingkungan dan efisien

Surabaya, Kabarindo- Tim Basudewa meraih juara II di ajang Worldwide Ferry Safety Design Competition yang diadakan oleh Worldwide Ferry Safety Association di Amerika Serikat.

Tim ini terdiri dari mahasiswa Departemen Teknik Perkapalan dan Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang berada di bawah bimbingan Ir Agoes Santoso MPhil dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) dan Hasanuddin ST MT dari Departemen Teknik Perkapalan.

Tim Basudewa beranggota Jangka Ruliyanto, Raja Andhika RR, Rahmat Diko Edfi, Novario Adiguna P, Alvinur, Yudha A dan Riyan Bagus P. Penghargaan kepada mereka telah diterima di New York, AS. Keberhasilan tim ITS di ajang tersebut seakan menegaskan status Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi tim ITS, karena mampu mengungguli negara-negara maju yang terkenal dengan teknologi terbarunya. Kompetisi diikuti oleh 19 negara, termasuk AS, Jerman, Prancis, Belanda dan negara maju lainnya.

“Kita bersanding dengan Singapura yang berhasil meraih juara 1, India juara 3 serta Belanda juara 4,” ujar Jangka.

Menurut Agoes Santoso, salah satu pembimbing tim Basudewa, tim Basudewa bertekad untuk menghasilkan desain kapal yang nyaman, andal, ramah lingkungan dan efisien.

Pada Worldwide Ferry Safety Design Competition, penilaian terhadap desain kapal ferry peserta kompetisi ini dilakukan secara online jarak jauh. Penilaian desain kapal ditentukan pada keamanan, faktor ramah lingkungan, mudah dibangun dan biaya murah. Desain kapal dirancang berdasarkan studi kasus di selat antara Singapura, Malaysia dan Batam.

Secara struktur, desain kapal ferry rancangan Tim Basudewa memiliki keunggulan di bagian stabilitas, konstruksi kapal serta disesuaikan dengan karakter dermaga dan laut yang mengacu pada ombak di Selat Singapura sebagai studi kasus. Sementara sistem keamanan dirancang berdasarkan regulasi Safety of Life at Seas (Solas) 3 dan 4, di mana kapal memiliki pemadam api dan rute evakuasi sebagai standar keselamatan.

Kapal tersebut digerakkan menggunakan teknologi twin-screw water jet sebagai tenaga penggerak dengan menggunakan bahan bakar hibrida sebagai sumber energi. Menurut Jangka, penggunaan bahan bakar hibrida lebih hemat dari segi biaya operasional dibandingkan kapal ferry di Selat Singapura pada umumnya. Penghematan biaya bisa mencapai 17,21%.

Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS, Dr Eng M Badrus Zaman, mengatakan bahwa kompetisi level dunia pada sektor teknologi maritim harus sering diikuti. Hal ini juga untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia mampu bersaing pada level dunia.

Penulis: Natalia Trijaji