ITS Punya Program Endowment Fund; Partisipasi Masyarakat

ITS Punya Program Endowment Fund; Partisipasi Masyarakat

ITS Punya Program Endowment Fund; Partisipasi Masyarakat

Berbentuk uang atau bangunan yang hasilnya digunakan untuk menjalankan kegiatan dalam menunjang kemajuan ITS

Surabaya, Kabarindo- Untuk menunjang kemajuan pendidikan dan menyediakan biaya yang terjangkau bagi mahasiswa, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya telah meluncurkan program ITS Endowment Fund.

Dr Ir Arman Hakim Nasution, Kepala Sudirektorat Kerja Sama dan Kealumnian Direktorat Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian, menjelaskan Endowment Fund merupakan partisipasi masyarakat yang berbentuk uang atau bangunan yang hasilnya digunakan untuk menjalankan kegiatan yang dapat menunjang kemajuan ITS.

“Dana yang terkumpul dapat disalurkan melalui progam beasiswa ataupun untuk membiayai riset inovatif mahasiswa,” ujarnya.

Dengan Endowment Fund, semangat ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang menyediakan biaya kuliah terjangkau akan tetap ada. Hal ini lantaran ITS hanya disuplai dana 30% dari pemerintah.

“Kalau bisa menutup kekurangan hingga 20% itu sudah bagus, sebab prinsip kami menyediakan kualitas pendidikan yang tinggi dengan biaya terjangkau dan kami yakin pendidikanlah yang bisa mengangkat derajat setiap orang,” papar Arman.

Ia mengatakan, dana abadi ini telah dirintis sejak awal kepemimpinan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD. Progam ini bersistem Customer Relationship Management (CRM) alumni dan perusahaaan, suatu jenis manjemen yang membahas penanganan hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Dengan demikian diharapkan hubungan ITS dengan alumni ataupun donatur tidak hanya berbentuk transaksi. Hubungan ini bisa berbentuk kerja sama, bukan sekedar mencari salah satu pihak saat butuh.

Selain itu, dengan sistem database setiap alumni atau masyarakat yang terdaftar sebagai donatur akan mudah untuk saling berkomunikasi. Terlebih mereka yang memiliki bidang usaha yang sama. Dengan angka minimal Rp.100.000 untuk satu poin, rencananya pada November nanti akan dilakukan penggalian dana pada alumni.

“Kami juga menerapkan sistem poin yang dapat digunakan kapan saja, akumulasi dari poin tersebut bisa digunakan untuk mendaftar pelatihan sertifikasi ataupun mendaftarkan anaknya ke ITS,” ujar Arman.

Pada peluncuran awalnya tahun 2017 lalu, berdasarkan uji coba yang dilakukan telah terkumpul dana sekitar Rp.34 juta yang diperoleh melalui penggalian dana dari alumni ITS.

“Kita sangat membutuhkan partisipasi alumni, sehingga dana yang telah tersimpan dapat terus bertambah. Endowment Fund ini seperti amal jariyah,” tutur dosen Manajemen Bisnis tersebut.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, mengakui selain dengan menjadi lebih mandiri, peningkatan kapasitas ITS juga dapat dilakukan dengan cara kolaborasi. Meraih kerja sama dengan pihak industri atau pemerintah akan menjadikan ITS lebih maju. Dengan demikian, ITS akan menjadi semakin besar dan tetap berjaya.

Penulis: Natalia Trijaji