ITS Luncurkan Lab. Virtual Reality; Wujudkan Pengajaran Canggih

ITS Luncurkan Lab. Virtual Reality; Wujudkan Pengajaran Canggih

ITS Luncurkan Lab. Virtual Reality; Wujudkan Pengajaran Canggih

Menunjang aktivitas penelitian dan pembelajaran

Surabaya, Kabarindo- Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang mengharuskan penggunaan teknologi canggih dalam segala aspek kehidupan manusia.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan Laboratorium Virtual Reality (VR) guna menunjang aktivitas penelitian dan pembelajaran. Lab. ini telah dapat digunakan untuk aplikasi kesehatan, pembangkit energi dan lainnya.

Rektor ITS, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, mengatakan pada era disrupsi dan industri 4.0 saat ini, harus ada terobosan di bidang pendidikan. Salah satunya menambahkan unsur teknologi dalam pengajaran di kelas, seperti menggunakan alat bantu VR.

Alat VR akan memberikan pengalaman audio visual yang belum pernah dirasakan, sehingga menjadi lebih interaktif dan imersif,” ujar guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Ada 4 VR yang dipamerkan dan beberapa di antaranya dijajal langsung oleh Ashari dan Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro SE MUP PhD.

Pertama adalah ITS VR-MED, aplikasi VR pada bidang medis dan kesehatan yang dapat menampilkan anatomi tubuh manusia secara detail. Sehingga dapat digunakan untuk pengajaran, simulator pembiusan, perencanaan operasi, dan lain sebagainya.

Selanjutnya adalah Power Plant VR yang dapat membantu para insinyur muda dalam belajar memahami cara kerja turbin dan peralatan pembangkit energi listrik. Mereka juga dapat mengunjungi pembangkit listrik, melihat peralatannya, dan mempelajari cara kerjanya secara VR saja. Sehingga segala resikonya juga dapat diminimalisir.

Power Plan VR juga menyajikan cara penyampaian pengetahuan modern dan diharapkan siapapun dapat mempelajari banyak hal tentang pembangkit listrik secara audio visual dengan menggunakan teknologi gaming simulation tanpa perlu meninjau pembangkit listrik secara langsung.

Yang ketiga, terdapat VR Tour ITS Map, aplikasi berbasis VR yang menghadirkan tur digital kawasan kampus ITS. Selama tur digital, pengguna aplikasi dapat mengakses informasi mengenai berbagai bangunan di kawasan kampus ITS serta layanan-layanan di dalamnya secara imersif dan interaktif.

Terakhir, terdapat VR Eco Sky Cars, merupakan aplikasi VR yang mengangkat pengetahuan aneka mobil ramah lingkungan yang dikembangkan oleh ITS. Salah satunya mobil listrik supercar Lowo Ireng yang menjadi kebanggaan karena fitur kecepatannya dan bentuk mobil yang kekinian. Dengan berbagai pilihannya, pengendara dapat mengenali kampus ITS hanya dengan duduk saja, tanpa harus mengelilinginya.

Bambang menambahkan, Lab. VR ITS dapat menjadi salah satu kekuatan peneliti Indonesia. Mereka bisa melakukan penelitian atau eksplorasi tanpa harus benar-benar datang langsung ke tempatnya.

Terkadang akses ke pabrik atau industri juga terbatas bagi mahasiswa. Dengan adanya Lab. VR, mahasiswa cukup berada di kelas.

“Harapannya, laboratorium ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa dalam proses pembelajarannya,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji