ITS Buka Tujuh Prodi Sarjana Terapan Baru; Gantikan Program D3

ITS Buka Tujuh Prodi Sarjana Terapan Baru; Gantikan Program D3

ITS Buka Tujuh Prodi Sarjana Terapan Baru; Gantikan Program D3

Prodi sarjana terapan menjadi favorit generasi milenial, lebih banyak praktek di lapangan maupun magang di dunia kerja

Surabaya, Kabarindo- Mulai tahun 2019 ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sudah tidak lagi membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Program Diploma III (D3). Sebagai gantinya, ITS membuka 7 program studi (prodi) baru Sarjana Terapan melengkapi satu prodi Sarjana Terapan yang telah ada yaitu D4 Teknik Infrastruktur Sipil.

Prodi Sarjana Terapan yang baru tersebut merupakan pengembangan dari departemen-departemen di Fakultas Vokasi ITS, selain prodi D3 di masing-masing departemen. Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) yang sebelumnya memiliki Prodi Sarjana Terapan (D4) Teknik Infrastruktur Sipil, mulai tahun ini menjadi dua Prodi Sarjana Terapan. Yaitu Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (perubahan nama dari D4 Teknik Infrastruktur Sipil) dan Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air.

Departemen Teknik Mesin Industri (DTMI) kini mengembangkan juga dua Prodi Sarjana Terapan yaitu Teknologi Rekayasa Konversi Energi dan Teknologi Rekayasa Manufaktur. Sedangkan Departemen Teknik Elektro Otomasi (DTEO) mengembangkan prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Otomasi.

Sementara Departemen Teknik Kimia Industri (DTKI) menawarkan prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Departemen Teknik Instrumentasi (DTIn) mengembangkan prodi Sarjana Terapan Rekayasa Teknologi Instrumentasi dan Departemen Statistika Bisnis mengembangkan prodi Sarjana Terapan Statistika Bisnis.

Maka mulai tahun ini, ITS memiliki total delapan Prodi Sarjana Terapan. Yaitu Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil, Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Rekayasa Manufaktur, Teknologi Rekayasa Konversi Energi, Teknologi Rekayasa Otomasi, Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Rekayasa Teknologi Instrumentasi dan Statistika Bisnis.

Untuk Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil atau Teknik Infrastruktur Sipil yang dibuka ITS pada 2012, hingga kini telah menghasilkan 601 lulusan yang terdidik, terampil, kompeten dan tersertifikasi. Berbeda dengan prodi sarjana biasa, ke delapan prodi unggulan di bawah naungan Fakultas Vokasi ITS ini memang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keahlian terapan.

Langkah ini diambil ITS sesuai dengan arahan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada akhir 2018, untuk menghapus Program D3 menjadi Program Sarjana Terapan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Diploma IV (D4). Hal ini juga sejalan dengan kebijakan ITS yang ingin memperbanyak Program Sarjana Terapan.

Dekan Fakultas Vokasi ITS, Prof Ir M Sigit Darmawan MEngSc PhD, mengatakan bahwa ITS siap membuka 8 prodi baru tersebut pada 2019 ini. Prodi Sarjana Terapan baru tersebut dinilai sudah mewakili semua Prodi D3 di ITS dan sudah memiliki dasar hukum dari Surat Keputusan (SK) Rektor ITS pada Maret 2019.

Dijelaskan dosen yang kerap disapa Sigit ini, bahwa saat ini prodi sarjana terapan telah menjadi favorit di kalangan generasi milenial. Hal ini karena prodi sarjana terapan lebih banyak prakteknya, baik berupa praktek di lapangan maupun magang di dunia kerja. Kondisi ini sesuai untuk generasi milenial yang menyukai hal-hal yang bersifat terapan atau aplikatif.

“Pada dasarnya prodi sarjana terapan memang berorientasi pada praktek sebesar 60% dan teori 40%,” kata Guru Besar Teknik Infrastruktur Sipil tersebut.

Menurut Sigit, program sarjana terapan ini mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti program magang selama satu semester. Hal ini akan membantu mahasiswa dalam memahami dunia kerja dan mencari topik penelitian untuk tugas akhir (TA). Kelebihan magang ini memudahkan dalam menghasilkan lulusan vokasi yang terdidik, terampil, kompeten dan tersertifikasi.

Sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru (maba) pada prodi sarjana terapan sama dengan prodi sarjana pada umumnya, berbasis nilai UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Hanya beda jadwal seleksinya. Tahun ini, jadwal seleksi masuk prodi sarjana terapan diselenggarakan serentak setelah seleksi masuk prodi sarjana.

“Selain jalur reguler yang berbasis hasil tes UTBK, prodi sarjana terapan Fakultas Vokasi ITS juga menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan atau prestasi dan jalur kemitraan mandiri,” ujarnya.

Daya tampung mahasiswa baru terbagi dengan komposisi 30% jalur undangan/prestasi, 40% jalur regular dan 30% jalur kemitraan/mandiri. Dari 30% jalur undangan/prestasi, lulusan SMK diberi kuota sebanyak 20% dan lulusan SMU/MA hanya 10%. Informasi selengkapnya tentang penerimaan maba prodi sarjana terapan di ITS dapat dilihat pada laman https://smits.its.ac.id/ di bagian Seleksi Masuk Vokasi ITS.

Sigit menambahkan, khusus untuk seleksi masuk jalur prestasi memang ingin memberikan kesempatan yang lebih besar bagi lulusan SMK. Hal ini penting untuk menunjang kebijakan pemerintah dalam memprioritaskan pengembangan pendidikan vokasi.

Lulusan vokasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi ancaman bonus demografi, karena lulusannya sudah siap kerja dan memiliki keterampilan lebih,” ujarnya.

Sigit berharap ketika semua prodi sarjana tterapan ini sudah berjalan, lulusannya bisa langsung diserap oleh industri secara masif. Lulusan vokasi saat ini tidak dipandang sebelah mata lagi, sehingga ke depannya diharapkan akan lebih banyak peminatnya.

Penulis: Natalia Trijaji