ITS Buka Bidang Studi Baru; Supply Chain

ITS Buka Bidang Studi Baru; Supply Chain

ITS Buka Bidang Studi Baru; Supply Chain

Bekali mahasiswa dengan pengetahuan dalam pengelolaan aliran barang dan informasi

Surabaya, Kabarindo- Sebagai respon atas kebutuhan dunia bisnis yang semakin tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan program baru yaitu Program Magister Manajemen Teknologi (MMT) dengan bidang keahlian Supply Chain Management.

Kepala Departemen Manajemen Teknologi, Prof Ir I Nyoman Pujawan PhD, menjelaskan pembukaan bidang studi baru ini bertujuan untuk mengisi kekurangan tenaga profesional pada bidang logistik dan supply chain. Menurut Nyoman, perubahan teknologi yang terjadi saat ini juga merambah pada model bisnis dan konfigurasi pihak-pihak yang terlibat.

Hal-hal seperti transaksi digital, penggunaan robot cerdas, aplikasi cloud, printer tiga dimensi dan berbagai perangkat yang berbasis kecerdasan menyebabkan perubahan kebutuhan terhadap keahlian manusia.

Karena itu, kurikulum pendidikan harus disesuaikan dengan tuntutan kerja saat ini dan masa mendatang,” ujar guru besar bidang Supply Chain ITS tersebut.

Nyoman mengatakan, skill sets baru sangat dibutuhkan di dunia kerja. Bidang keahlian supply chain ITS ini akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dalam pengelolaan aliran barang dan aliran informasi. Model konvensional dengan perkembangan teknologi saat ini sudah tidak relevan lagi.

Nyoman mengaku pembukaan bidang studi ini termasuk terlambat di ITS, karena ITS sudah memiliki enam dosen yang ahli dalam supply chain. Untuk mengimbangi keterlambatan tersebut, saat ini tengah diusahakan agar bidang studi ini bisa berkembang pesat. Sedang diupayakan kerja sama program double degreee Chongqing University China, student exchange dan permintaan tenaga pengajar dari kampus luar negeri.

Pembukaan bidang studi tersebut dibarengi dengan workshop Emerging Technologies in Supply Chain and Their Socio-economics Impacts yang mendatangkan pembicara dari tiga profesor dari RMIT University Australia dan satu profesor dari Nottingham University, UK, beserta para akademis, ahli manufaktur dan ahli logistik.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana, M Sc Ph D, mengatakan adanya bidang studi baru terkait supply chain di ITS ini sangat relevan dalam menjawab tantangan logistik di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia kerap kali menjadi masalah dalam disparitas harga. Karena itu, perbaikan dalam hal logistik sangat diperlukan. Bidang keahlian baru ini diharapkan bisa membantu Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan logisitik..

Joni menambahkan, pemahaman logistik dan supply chain ini juga akan sangat membantu dalam mengantisipasi disruptif teknologi yang mampu mengubah wajah ekonomi, sosial dan finansial di Indonesia.

Penulis: Natalia Trijaji