Indayati Oetomo; Jadilah Pribadi yang Mudah Beradaptasi dengan Segala Situasi

Indayati Oetomo; Jadilah Pribadi yang Mudah Beradaptasi dengan Segala Situasi

Indayati Oetomo; Jadilah Pribadi yang Mudah Beradaptasi dengan Segala Situasi

John Robert Powers sigap beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat yang berubah, susun kurikulum secara online dan offline

Surabaya, Kabarindo- Tak ada yang pernah membayangkan akan terjadi pandemi Covid-19 yang melumpuhkan seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun kondisi ini tak boleh membuat kita putus asa. Sebaliknya berupaya bangkit dengan beradaptasi dengan keadaan.

“Kita pernah mengalami krisis pada 1998, 2008 dan 2018. Semua itu menyerang ekonomi. Tapi krisis pada 2020 ini menyerang secara holistik yaitu faktor materi, jasmani maupun rohani yang berdampak luar biasa terhadap semua lini kehidupan,” ujar Indayati Oetomo, International Director lembaga pengembangan SDM, John Robert Powers (JRP), di kantor cabang Surabaya pada Rabu (24/6/2020).

Menurut ia, dari semua faktor tersebut, faktor rohani yang menjadi sentral untuk mengatasi kedua faktor lainnya. Bagaimana membangun mental yang tangguh pada saat krisis sekarang ini. Disinilah pentingnya belajar mengembangkan diri, karena hal ini akan melatih seseorang untuk menjadi pribadi yang mudah beradaptasi dengan segala situasi.

“Yang dibutuhkan dalam kondisi saat ini adalah SDM matang yang percaya diri dan mampu mengendalikan diri. Penggeraknya adalah soft skill,” ujar Indayati.

Ia menuturkan, dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan sangat berat oleh dirinya maupun JRP. Indayati mengatakan, JRP bukan perusahaan besar. Sebenarnya pada tahun lalu, JRP sudah lepas dari pinjaman. Bahkan omzet JRP pada 2019 mencapai yang tertinggi selama berdiri di Indonesia. Namun pada tahun ini terkena dampak pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ibarat shock therapy terbesar bagi seluruh dunia. Tapi saya tak mau menyerah, karena sejak kecil terbiasa berusaha keras. Semula mental ini down juga, tapi tidak boleh lama-lama. Saya selalu berupaya mencari peluang dalam kondisi apapun,” tutur perempuan yang mengelola JRP di Indonesia sejak 1992 ini.

Indayati menekankan, pada saat krisis ini, JRP harus sigap beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat yang berubah. Kurikulum JRP disusun lebih praktis serta kombinasi secara online dan offline, agar siswa merasa nyaman belajar dari rumah dan tetap bisa menikmati program-program JRP.

JRP memiliki 6 cabang di Jakarta, Surabaya dan Bali. Untuk cabang di Medan kini menjadi representatif. Indayati menyebutkan, JRP mengalami penurunan hingga 60%. Kini hanya ada 6 kelas dengan 3 program yaitu personality, profesional dan leadership. Tak ada program Lifetime.

“Banyak siswa JRP yang mengikuti program Lifetime. Tapi sekarang ini tidak ada. Bagi yang sudah menjadi peserta program Lifetime, bebas mengikuti ketiga program tersebut,” ujar Indayati yang sekarang ikut terjun mengajar.

Bagi Indayati, yang penting JRP mampu bertahan dalam situasi sekarang ini. Ia berharap, JRP bisa terus berkiprah di bidang SDM untuk Indonesia.

Pada masa new normal saat ini, Indayati mengajak masyarakat untuk bangkit, memperbaiki hidup dan kondisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Bring out the new you. Jadilah pribadi yang baru, menjalani kondisi saat ini dengan sikap yang baru dan terus semangat,” ujar perempuan berusia 64 tahun, namun tampak lebih muda ini.

Penulis: Natalia Trijaji