IFI Surabaya Gelar Nuit des Idées 2019; Angkat Wajah Migrasi Masa Kini

IFI Surabaya Gelar Nuit des Idées 2019; Angkat Wajah Migrasi Masa Kini

IFI Surabaya Gelar Nuit des Idées 2019; Angkat Wajah Migrasi Masa Kini

Bahas problematika aktual dan universal tentang pergerakan migrasi di dunia

Surabaya, Kabarindo- Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya menyelenggarakan ‘Nuit des Idées’ (baca: nui des idé) atau Malam Berbagi Ide pada Kamis (31/1/2019) di IFI West – SUB Co 2.0 Jl. Darmo Harapan 1 Surabaya. Acara terbuka untuk umum.

Pramenda Krishna, Penanggungjawab Budaya & Komunikasi IFI Surabaya, mengatakan ini merupakan acara tahunan yang digagas oleh Kementrian Luar Negeri Prancis. Ajang berkonsep pertukaran ide terkini ini diikuti secara serentak oleh peserta penyelenggara dari Prancis dan jaringan Institut Français di berbagai belahan dunia.

Di Indonesia, ‘Nuit des Idées’ digelar oleh 4 kota jaringan IFI yaitu Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan Surabaya. Pada tahun ini, acara global tersebut mengangkat tema umum Menghadapi Masa Kini.

“Di Surabaya, kami bermitra dengan International Organisation for Migration (IOM), organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani migrasi dengan mengangkat topik Wajah Migrasi Masa Kini,” ujar Krishna.

Ia menjelaskan, acara tersebut mengangkat problematika aktual dan universal tentang pergerakan migrasi di dunia. Tujuannya antara main mempertemukan publik, para pelajar dan mahasiswa, francophone (penutur bahasa Prancis), francophiles (pemerhati budaya Prancis), mitra dan rekan dari IFI dengan para narasumber yang memiliki berbagai latar belakang berkaitan dengan migrasi, untuk bertukar pendapat.

Diskusi diawali pemutaran film pendek bertema migrasi dan penampilan musik dari imigran. Para peserta akan mengetahui lebih banyak tentang situasi migran di Indonesia dan di negara lain, efek psikologis pada pengungsi dari negara-negara yang berperang serta hubungan mereka dengan masyarakat tuan rumah.

Diskusi menghadirkan narasumber Patrik Shirak, Program Support Officer dari IOM Indonesia, Sayed Nabi Adiban - Imigran Afghanistan francophone dan siswa IFI, Maria Helena Suprapto - psikolog dan Kepala Lembaga Psikologi Terapan Universitas Pelita Harapan Surabaya serta Clothilde Facon - peneliti Prancis spesialis dalam krisis pengungsi di Timur Tengah (melalui sambungan telekonferensi).

Penulis: Natalia Trijaji