H&M Punya Looop; Daur Ulang Pakaian Lama Jadi Fashion Baru

H&M Punya Looop; Daur Ulang Pakaian Lama Jadi Fashion Baru

H&M Punya Looop; Daur Ulang Pakaian Lama Jadi Fashion Baru

Gunakan teknik membongkar dan merakit pakaian lama jadi baru

Surabaya, Kabarindo- Brand H&M peduli terhadap lingkungan dengan menawarkan pelanggan di Swedia kemungkinan untuk mengubah pakaian yang tidak diinginkan menjadi pilihan fashion baru dengan bantuan dari sistem daur ulang pakaian-ke-pakaian (garment-to-garment) baru 'Looop'.

Karina Soegarda, Communications Manager Communications & Press Department PT Hindo yang menaungi H&M, mengatakan brand-nya berkomitmen kepada pelanggan bahwa tekstil lama memiliki nilai dan tidak boleh disia-siakan.

Looop dibuat oleh H&M Foundation, non-profit organization, bersama dengan mitra penelitian HKRITA (The Hong Kong Research Institute of Textiles and Apparel) dan pemintal benang Novetex Textiles yang berbasis di Hong Kong.

Karina menjelaskan, Looop menggunakan teknik yang membongkar dan merakit pakaian lama menjadi yang baru. Pakaian dibersihkan, diparut menjadi serat dan dipintal menjadi benang baru yang kemudian dirajut menjadi fashion baru. Beberapa bahan mentah yang bersumber secara berkelanjutan perlu ditambahkan selama proses tersebut dengan berupaya membuat bagian ini sekecil mungkin.

“Sistem ini tidak menggunakan air dan bahan kimia, sehingga memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih rendah dari pada saat memproduksi garmen dari awal,” paparnya.

H&M ingin memimpin perubahan menuju industri mode yang berkelanjutan. Pada 2013 H&M menjadi perusahaan retail pertama dengan program pengumpulan garmen global. Sekarang, perusahaan mengambil langkah berikutnya dengan sistem daur ulang pakaian-ke-pakaian bernama Looop.

Dengan harga 100 Kronor Swedia, anggota klub loyalitas H&M dapat menggunakan Looop untuk mengubah pakaian lama mereka menjadi pilihan fashion favorit baru. Untuk non-anggota biayanya 150 Kronor Swedia. Seluruh pendapatan ini diberikan kepada proyek yang berkaitan dengan penelitian tentang bahan.

“Pada 2030, H&M menargetkan semua bahan didaur ulang atau diambil sumbernya dengan cara yang lebih berkelanjutan. Pada 2019 lalu baru tercapai 57%,” ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji