Halodoc Dorong Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Jatim; Melalui Kampanye #TemanHidupSehat

Halodoc Dorong Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Jatim; Melalui Kampanye #TemanHidupSehat

Halodoc Dorong Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru di Jatim; Melalui Kampanye #TemanHidupSehat

Pemahaman dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia

Surabaya, Kabarindo- Halodoc berkontribusi dalam mitigasi penanggulangan Covid-19 di Jawa Timur melalui berbagai inisiatif, mulai dari edukasi kesehatan, pembagian masker dan akses rapid test gratis

Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. Mariya Mubarika, mengatakan edukasi berkelanjutan menjadi faktor penting dalam penanganan pandemi, sebab penerapan 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan) berperan memutus transmisi Covid-19. Karena itu, pemahaman dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menekan angka kasus Covid-19 di Indonesia.

“Pandemi juga mendorong kita memanfaatkan teknologi, termasuk akses teknologi di bidang kesehatan, guna meminimalisir risiko sejak dini. Telemedisin membantu memberikan layanan kesehatan yang dapat diakses jarak jauh dengan mudah dan nyaman,” ujarnya.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Dr. dr. Kohar Hari Santoso, SpAn., KAP., KIC, mengatakan protokol kesehatan di era kebiasaan baru harus dilakukan di semua level masyarakat, terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan lebih berisiko jika terpapar Covid-19.

“Kita harus menerapkan Disiplin, Edukasi, Sanksi dan Isolasi (DESI). Dalam hal edukasi, telemedisin berperan menyederhanakan informasi kesehatan yang cenderung sulit dipahami masyarakat. Ini yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Sebagai wujud komitmen dalam mendukung mitigasi penanganan Covid-19 dan menjadi #TemanHidupSehat bagi masyarakat Jatim, khususnya di Surabaya, Halodoc mendonasikan ribuan masker kain dan memfasilitasi lebih dari 50.000 rapid test gratis hingga akhir paro pertama 2020, khususnya bagi golongan yang memiliki risiko paparan yang tinggi, seperti para siswa dan pengajar di sekolah yang dilengkapi fasilitas asrama, pasien rumah sakit jiwa, anak-anak panti asuhan dan orang dengan disabilitas.

Chief Marketing Officer Halodoc, Dionisius Nathaniel, mengatakan sejak awal, Halodoc berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya mitigasi penanganan Covid-19. Di Jatim, layanan telemedisin Halodoc mendapat respon yang positif. Ini terlihat dari tingginya penggunaan telemedisin pada paro pertama 2020 hingga 100% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebagai upaya untuk terus membantu pemerintah dalam memperluas akses tes Covid-19 di Jatim, Halodoc bekerja sama dengan Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) memberikan layanan tes Covid-19 secara drive thru sejak 7 September 2020. Fasilitas ini menawarkan layanan Tes Serologi dengan metode CLIA dan Tes PCR COVID-19. Dalam satu hari, fasilitas drive thru ini mampu melayani hingga 600 jumlah tes.

Tes Serologi metode CLIA ini adalah tes menggunakan alat autoanalyzer untuk mendeteksi antibodi Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 dalam darah serta dapat mengetahui kadar IgG secara kuantitatif.


“Kami berharap fasilitas drive thru ini dapat mempermudah masyarakat Jatim, khususnya Surabaya. Semoga kemudahan akses fasilitas ini dapat berkontribusi dalam mempertahankan tingginya tingkat kesembuhan kasus positif di Jatim, hingga pada akhirnya seluruh masyarakat kembali sehat,” ujar Dionisius.

Untuk memberikan layanan telemedisin yang berkualitas, ekosistem Halodoc didukung oleh lebih dari 20.000 dokter berlisensi. Khusus di Jatim, Halodoc menggandeng lebih dari 400 mitra apotek, rumah sakit, klinik dan laboratorium. Sejak April-Agustus 2020, aplikasi Halodoc telah mendapatkan satu juta kunjungan dari masyarakat di Jatim.

Penulis: Natalia Trijaji