Galih Suci Pratama Bikin Kanal di Youtube; untuk Sampaikan Materi kepada Siswa

Galih Suci Pratama Bikin Kanal di Youtube; untuk Sampaikan Materi kepada Siswa

Galih Suci Pratama Bikin Kanal di Youtube; untuk Sampaikan Materi kepada Siswa

Rangkul para guru untuk majukan kualitas pendidikan di Indonesia

Surabaya, Kabarindo- Pandemi Covid-19 membuat aktivitas belajar mengajar dilakukan dari rumah. Hal ini menuntut kemampuan guru dalam menyampaikan materi kepada para siswa dengan bantuan teknologi. Namun penyampaian materi terkadang tak berjalan mulus.

Sejak pandemi melanda dunia, UNESCO melaporkan hampir 1,6 miliar siswa di dunia terdampak penutupan sekolah, di mana 68 juta siswa berada di Indonesia. Di tengah masa sulit ini, kesanggupan para guru dalam mengakomodasi kebutuhan siswa patut diapresiasi karena memerlukan perjuangan yang besar.

Galih Suci Pratama, seorang guru muda di Semarang, Jawa Tengah, menjawab tantangan yang dihadapi para rekan seprofesinya dalam mengajar melalui metode daring. Aplikasi meeting online atau video conference yang memakan kuota besar jarang mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Para guru hanya memberikan soal melalui aplikasi pesan singkat.

Bersama teman-temannya, Galih mempelopori sebuah kanal di Youtube untuk menyampaikan materi kepada para siswa sebagai solusi dalam proses mengajar selama pandemi. Para guru dilatih cara mengolah video, menghindari pelanggaran hak cipta hingga mengetahui peralatan apa saja yang perlu digunakan.

“Diharapkan, para guru dapat lebih kreatif dalam menyiapkan materi secara menarik dan lebih baik dalam sistem pengajaran,” ujarnya.

Sejak dirintis pada 13 Juli 2020, kanal Youtube Pembelajaran SD Kota Semarang sudah melibatkan 500 orang guru di kota ini dan memiliki hampir 50.000 subscribers. Hal ini menunjukkan keberhasilan upaya yang dilakukan Galih. Kanal tersebut bahkan menjadi referensi di sejumlah sekolah di Kinabalu, Malaysia, dan Filipina.

Platform tersebut membagikan video pembelajaran untuk digunakan para siswa yang belajar dari rumah. Materi yang disampaikan beragam mulai dari pelajaran matematika, bahasa, agama, olahraga dan lainnya yang dibagi berdasarkan kelas, tema dan subtema pembelajaran masing-masing.

Galih menegaskan, tak ada keuntungan yang diambil dari monetisasi konten ini. Penghasilan dari kanal ini digunakan untuk pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan, beasiswa pengembang konten yang hasilnya akan kembali lagi ke siswa berupa santunan bagi yang membutuhkan.

“Kami berharap, para guru dan murid di seluruh Indonesia terbantu untuk menyerap materi pelajaran dengan lebih mudah saat pandemi,” kata pria kelahiran Banjarnegara pada 1991 ini.

Semangat Galih dalam berjuang merangkul guru memajukan kualitas pembelajaran sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa. Upayanya membantu pengembangan kompetensi para guru tersebut membuat Galih menjadi salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 Kategori Khusus: Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19.

Penulis: Natalia Trijaji