Cinta Kasih, Nutrisi & Stimulasi Gerak; Pondasi Tumbuh Kembang Anak

Cinta Kasih, Nutrisi & Stimulasi Gerak; Pondasi Tumbuh Kembang Anak

Cinta Kasih, Nutrisi & Stimulasi Gerak; Pondasi Tumbuh Kembang Anak

Tiga elemen yang mendukung si kecil cepat tangkap, aktif bergerak dan tumbuh sesuai

Surabaya, Kabarindo- Cinta kasih, nutrisi yang lengkap dan stimulasi gerak yang sesuai merupakan tiga elemen penting yang menjadi pondasi bagi tumbuh kembang anak.

Frisian Flag Indonesia berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia dengan menyediakan dua dari tiga elemen tersebut melalui susu pertumbuhan Frisian Flag 123/456 PRIMANUTRI dan Gerak 123.

Kombinasi nutrisi lengkap yang diberikan oleh Frisian Flag 123/456 PRIMANUTRI, stimulasi gerak aktif melalui Gerak 123 serta cinta kasih orang tua yang ditimbulkan melalui kebiasaan baik seperti minum susu setiap hari diharapkan dapat mendukung anak menjadi cepat tangkap, aktif bergerak dan tumbuh sesuai.

Senior Brand Manager & Nutritionist Frisian Flag Indonesia, Yeni Novianti, mengatakan Frisian Flag Indonesia membantu orang tua mengoptimalkan tumbuh kembang buah hatinya. Frisian Flag 123/456 PRIMANUTRI merupakan susu bubuk pertumbuhan sebagai tambahan nutrisi untuk anak usia pra-sekolah.

Ia menjelaskan, produk tersebut mengandung omega 3, omega 6, minyak ikan dan zat besi untuk mendukung si kecil cepat tangkap. Kandungan vitamin A,C, E, seng, selenium dan serat pangan inulin untuk mendukung si kecil aktif bergerak. Sedangkan kandungan protein, kalsium dan vitamin D untuk mendukung si kecil tumbuh sesuai. Frisian Flag 123/456 PRIMANUTRI juga mengandung sphingomyelin dan asam sialat untuk mendukung proses informasi dan penyimpanan memori di otak.

“Gerak 123 merupakan stimulasi gerak berupa aktivitas fisik yang sesuai dengan umur anak dan dapat membantu merangsang keterampilan motorik, perkembangan kognitif serta kemampuan mengelola emosi. Gerak 123 terdiri dari gerakan yang menstimulasi pertumbuhan otot dan aman untuk dilakukan. Jika dilakukan bersama, Gerak 123 berguna untuk membangun kedekatan antara orang tua dan anak, sehingga kebutuhan anak akan kasih sayang terpenuhi untuk mendukung penyempurnaan tumbuh kembangnya,” ujar Yeni.

Dokter spesialis anak dan konsultan tumbuh kembang, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), menekankan orang tua harus memperhatikan pertumbuhan fisik anak yang mencakup berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala secara rutin pada masa emas, usia 12-36 bulan.

“Indikator kesehatan dan tumbuh kembang anak bukan hanya dari berat badannya, tapi juga tinggi badan dan lingkar kepala,” ujarnya.

dr. Wawan sapaan akrabnya merujuk pada studi para ahli yang membuktikan lambatnya pertumbuhan tinggi badan pada anak usia 12-36 bulan mempunyai kaitan dengan skor kognitif dan prestasi sekolahnya. Anak yang lebih tinggi cenderung mempunyai skor kognitif lebih tinggi. Kemampuan kognitif ini termasuk kemampuan untuk berpikir dan memecahkan masalah.

dr. Wawan mengatakan, pemberian nutrisi yang lengkap dan seimbang perlu disertai dengan stimulasi berupa aktivitas fisik yang sesuai dan terus dilakukan hingga usia 5 tahun untuk mendukung si kecil tumbuh sesuai, cepat tangkap dan aktif bergerak.

“Usia ini menjadi kunci utama untuk memaksimalkan fungsi otak. Jika nutrisi tersebut terpenuhi dengan baik hingga usia 6 tahun, maka otak akan menghasilkan hormon dengan baik untuk kepentingan fungsi fisik dan reproduksinya nanti. Selain kebutuhan nutrisi, anak juga perlu mendapatkan stimulasi eksternal dari orang tua untuk mengasah kemampuan motorik melalui gerak-gerak yang disesuaikan dengan kebutuhannya,” ujarnya.

dr. Wawan menambahkan, pertumbuhan anak sejak usia dini akan mempengaruhi perkembangannya dalam jangka panjang dan kualitas hidupnya pada masa depan. Karena itu, orang tua harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembang si buah hati sejak awal.

Penulis: Natalia Trijaji