BI Jatim Siapkan Rp.1,75 Miliar; untuk Layanan Penukaran Uang Logam

BI Jatim Siapkan Rp.1,75 Miliar; untuk Layanan Penukaran Uang Logam

BI Jatim Siapkan Rp.1,75 Miliar; untuk Layanan Penukaran Uang Logam

BI adakan kegiatan Peduli Koin Rupiah, masyarakat bisa menukarkan uang logam di sini

Surabaya, Kabarindo- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menyediakan modal sebesar Rp.1,75 miliar untuk melayani penukaran uang logam oleh masyarakat dalam kegiatan Peduli Koin Rupiah yang diadakan di kantor ini pada Minggu (19/1/2020).

“Total modal yang disiapkan sebesar Rp.1,75 miliar dan terbuka kemungkinan untuk ditambah jika antisiasme masyarakat tinggi,” ujar Abrar, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Jatim.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, BI Jatim bekerja sama dengan 20 bank. Masyarakat yang ingin menukarkan uang logamnya, bisa datang langsung ke BI dengan membawa uang logam yang sudah dipilah berdasarkan pecahan dan tahun emisinya. Uang logam akan ditukar dengan uang kertas sesuai nilainya.

Uang logam yang dapat ditukarkan adalah pecahan Rp.1 tahun emisi 1970, Rp.50 dan Rp.100 tahun emisi 1999, Rp.200 tahun 2003, Rp.500 tahun 1997, Rp.500 tahun 2003, Rp 1.000 tahun 1993, Rp 1.000 tahun 2010, Rp.100 tahun 2016, Rp.200 tahun 2016, Rp.500 tahun 2016 dan Rp.1000 tahun 2016.

“Setiap penukaran uang logam senilai Rp.50.000 atau kelipatannya akan mendapatkan kupon undian doorprize berhadiah motor, LED TV, sepeda gunung hingga handphone dan tablet,” ujar Abrar.

Harmanta, Deputi Kepala Perwakllan Bl Provinsi Jatim, menyebutkan sepanjang 2017-2019, hanya 1,74% dari uang logam yang telah diedarkan yang kembali ke BI Jatim. Outflow uang logam yang keluar dari BI Jatim tercatat sebesar Rp.125,506 miliar, sementara inflow-nya hanya sebesar Rp.2,189 miliar.

Menurut Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, masyarakat cenderung suka menyimpan uang logam di rumah, sehingga tidak berputar di masyarakat ataupun kembali ke BI. Padahal kebutuhan uang logam cukup besar.

“Uang logam itu kecil nilainya, tapi besar manfaatnya. Pecahan uang logam sering terlupakan, karena nilainya kecil. Padahal jika dikumpulkan akan memiliki nilai dan manfaat yang besar,” ujarnya.

Selain penukaran uang logam, pada kegiatan tersebut juga akan diadakan lomba desain tote bag bagi siswa SD, lomba cerdas cermat, lomba ibu kreatif memasak, bazar bahan pokok, food bazar dari aneka start up kuliner di Surabaya serta Festival Buku Murah. Kegiatan Peduli Koin Rupiah juga akan dimeriahkan oleh Pasha Ungu sebagai bintang tamu.

Penulis: Natalia Trijaji