Anne Avantie Gelar Pasar Tiban 21 di Surabaya; Usung Misi Sosial

Anne Avantie Gelar Pasar Tiban 21 di Surabaya; Usung Misi Sosial

Anne Avantie Gelar Pasar Tiban 21 di Surabaya; Usung Misi Sosial

Hadirkan berbagai koleksi busana karyanya, aneka produk fashion dan handycraft serta kuliner tradisional

Surabaya, Kabarindo- Perancang terkenal Anne Avantie menggelar Pasar Tiban 21 dengan tema Batik Selayang Pandang yang berlangsung di grand atrium Pakuwon Mall, Surabaya, pada 2-7 Oktober 2018.

Event tersebut digelar dalam rangka Hari Batik Nasional ke-9, juga sebagai bentuk rasa bangga, kepedulian serta upaya untuk lebih memperkenalkan batik sebagai warisan budaya Wastra Nusantara.

Pasar Tiban menghadirkan berbagai koleksi busana karya Anne, aneka produk fashion dan handycraft serta kuliner tradisional seperti pecel, rujak, jajan pasar, es dawet dan lain-lain.

Anne menuturkan, batik merupakan sumber kehidupan bagi banyak orang termasuk keluarga dan para karyawannya. Ia mengatakan, Pasar Tiban adalah usaha keluarganya. Karena itu, event ini dihadirkan sebaik mungkin dan merangkul banyak pihak.

“Berkarya itu soal kemauan dan ide. Ini tidak akan termakan waktu. Kalau memang berusaha, pasti akan terlaksana. Dan saya akan terus berkarya,” ujarnya.

Beragam produk yang dipasarkan oleh Anne melalui Pasar Tiban melibatkan banyak UKM dan griya kreatif karya para wanita dari Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Wanita Bulu-Semarang yang sudah berlangsung hampir 11 tahun. Yang telah dilakukan oleh Anne berhasil mendapatkan perhatian publik dan menarik puluhan ribu pengunjung pada setiap penyelenggaraan Pasar Tiban selama ini di beberapa kota besar di Indonesia.

Pasar Tiban 21 menampilkan banyak acara menarik setiap hari yaitu “Ngadi Saliro, Ngadi Busono” bersama Dian Kiryss, “Sri Putri Indonesia” bersama Putri Indonesia Jawa Timur, Filosofi dalam Selembar Kain Batik”, “ Berbusana, Berbudaya, Beretika” bersama PERSANA, “Caren Delano & Sahabat” yang akan dipandu Caren sendiri dan “Cantik Menarik dari Hati” bersama Fenita Arie. Ada pula parade show “Batikkoe, Batikmoe, Batik Kita” yang akan dimeriahkan sosialita dan public figure Surabaya. Juga hadir, Kevin Liliana Miss International 2017 dan Kezia Warrouw Putri Indonesia 2016.

Kevin mengatakan senang diajak bergabung di Pasar Tiban 21. Ia mengaku cinta batik dan bangga memakai batik. Event ini juga memberinya kesempatan untuk mengenakan busana rancangan Anne.

Anne mengajak keluarga dan anak-anak untuk sejenak meninggalkan gadget untuk bermain serta bercengkerama bersama dan mengenal berbagai permainan tradisional di Kampoeng Botjah Pasar Tiban.

Penyelenggaraan Pasar Tiban 21 bertepatan dengan Hari Celebral Palsy (CP) Sedunia. Untuk itu akan digelar acara “750 Anak Celebral Palsy Membatik Surabaya” yang diikuti 750 anak CP dari 50 sekolah inklusi tingkat SD, Yayasan Peduli Celebral Palsy Surabaya, Sahabat Celebral Palsy dan komunitas lainnya.

“Kami mengharapkan kepedulian dan kerja sama yang terjalin sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak penyandang Cerebral Palsy yang merupakan anak-anak kita semua, anak-anak Indonesia,” ujar Anne.

Anne secara konsisten terus memberikan dukungan dan perhatian kepada anak-anak penyandang CP yang juga menjadi bagian pelayanan Yayasan Anne Avantie. Sebuah yayasan yang selama 18 tahun terakhir telah menjadi tempat berlindung bagi anak-anak berkebutuhan khusus dalam hal pengobatan di Wisma Kasih Bunda. Ia juga mendirikan sekolah talenta anak berkebutuhan khusus “Bina Bunda” yang menyediakan sarana pengembangan minat dan bakat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Penulis: Natalia Trijaji