170 Brand Lokal Semarakkan Basha Market – Prism; Terus Gencarkan Industri Kreatif

170 Brand Lokal Semarakkan Basha Market – Prism; Terus Gencarkan Industri Kreatif

170 Brand Lokal Semarakkan Basha Market – Prism; Terus Gencarkan Industri Kreatif

Selama 5 tahun fokus dan memajukan industri kreatif

Surabaya, Kabarindo; Dalam rangka hari jadinya yang ke-5, Basha Market kembali hadir di Convention Center Tunjungan Plaza seperti pertama kali diadakan dulu.

Kali ini Basha Market berlangsung mulai 29 November - 1 Desember 2019 dengan mengusung tema besar Prism. Semua Ilustrasi akan berkaitan dengan tema ini mulai dari warna hasil bias cahaya pada prisma hingga bentuknya.

“Akan ada banyak instalasi multimedia seperti motion graphic, tetrison, hoverscreen dan interactive photobooths yang memanjakan panca indera pengunjung,” ujar Devina Sugono, Co Founder Basha Market.

Ia menjelaskan, tema tersebut memiliki makna filosofis, seperti sebuah prisma yang dipantulkan dengan cahaya putih dan menghasilkan bias pelangi.

Devina berharap Basha Market dapat menjadi platform yang sehat untuk industri kreatif, sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang selalu lebih baik.

Brand lokal yang hadir pada event kali ini merupakan hasil kurasi panjang sekitar 2 bulan. Awalnya terdapat 900 brand dari seluruh Indonesia yang mengirimkan profil mereka, namun hanya 170 brand lokal yang lolos kurasi. Sebanyak 80% peserta event terdiri dari fashion, beauty, kids and baby serta home and living, 20% lainnya adalah kuliner.

Brand lokal yang menyemarakkan Basha Market – Prism berasal dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Bali, Medan hingga Makasar. Pada Basha Greet (opening ceremony) hadir dua industri kreatif yang telah bergabung sejak awal yaitu lttaheri dari Bandung dan Revolt Industri dari Surabaya.

Christie Erin Harsono, Co-Founder Basha Market, mengatakan sejak awal Basha Market bertujuan memajukan industri kreatif dan fokus pada brand lokal Indonesia.

“Beda banget dengan 5 tahun lalu, awal-awal kami merancang Basha Market pertama. Sekarang industri kreatif berkembang pesat. Brand-brand lokal banyak yang bagus,” ujarnya.

Selain pop up market dan instalasi photobooth, ada workshop yang memberikan pengetahuan kepada pengunjung. Ada 5 kelas workshop yaitu Journaling Workshop, Copywriting, Basic Shibori, Digital Miniature Making 4D dan How Radio is Profitable for Your Business. Juga ada konten baru yang dikemas dalam bentuk talkshow untuk pertama kalinya. Di sini, para pelaku industri kreatif akan berbagi cerita dan pengalaman mereka secara luas.

“Sesi talkshow ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para peserta maupun pengunjung,” ujar Erin.

Erin maupun Devina berharap Basha Market – Prism bisa menyenangkan dan memberikan hasil yang baik bagi para pengunjung maupun seluruh brand lokal yang menjadi peserta.

Penulis: Natalia Trijaji