10 Prediksi Tren Teknologi 2020; dari Alibaba DAMO Academy

10 Prediksi Tren Teknologi 2020; dari Alibaba DAMO Academy

10 Prediksi Tren Teknologi 2020; dari Alibaba DAMO Academy

Akan ada lebih banyak kemajuan dan terobosan teknologi yang berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari

Surabaya, Kabarindo- Alibaba DAMO Academy, riset global yang diprakarsai oleh Alibaba Group, merilis laporan mengenai tren teknologi terbaru yang berpotensi besar pada 2020.

Diprediksi akan ada lebih banyak kemajuan dan terobosan teknologi yang diharapkan dapat memberikan dampak besar pada kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari munculnya kecerdasan kognitif, teknologi in-memory-computing, komputasi kuantum toleran-kesalahan yaitu jenis komputasi kuantum yang mengatasi eror selama operasinya, perangkat semikonduktor dengan material baru hingga pertumbuhan industri IoT yang lebih cepat, kolaborasi skala besar antara mesin, aplikasi blockchain untuk tingkat produksi, desain chip modular hingga teknologi AI untuk melindungi privasi data.

“Kita hidup di era dengan pertumbuhan teknologi yang pesat. Khususnya generasi baru teknologi TI yang ditandai dengan terobosan teknologi komputasi awan, artificial intelligence, blockchain, data intelligence dan 5G, yang diharapkan dapat mempercepat jalannya ekonomi digital,” ujar Jeff Zhang, Head of Alibaba DAMO Academy and President of Alibaba Cloud Intelligence.

“Selain menjajagi hal-hal yang belum diketahui melalui penelitian ilmiah dan teknologi, kami juga bekerja dengan pemain di industri untuk mendorong inovasi di berbagai industri, membuat teknologi lebih mudah diakses untuk bisnis dan masyarakat pada umumnya,” imbuhnya.

Berikut 10 prediksi tren teknologi tahun ini dari DAMO Academy:

1. Artificial intelligence (AI) yang berkembang dari kecerdasan perseptual menjadi kecerdasan kognitif

AI telah mencapai atau melampaui batas manusia di bidang kecerdasan perseptual seperti speech to text, NLP (natural language processing/pemrosesan bahasa alami), pemahaman video dan lain-lain. Namun AI masih berada pada tahap awal pengembangan di bidang kecerdasan kognitif yang membutuhkan pengetahuan eksternal, penalaran logis atau migrasi domain.

Kecerdasan kognitif akan menarik gagasan dari psikologi kognitif, ilmu otak dan sejarah sosial manusia, dikombinasikan dengan teknik-teknik seperti lintas domain pada grafik pengetahuan, inferensi kausalitas dan pembelajaran berkelanjutan untuk membangun mekanisme yang efektif untuk mendapatkan kestabilan saat akuisisi dan mengekspresikan pengetahuan. Hal ini membuat mesin dapat memahami dan memanfaatkan pengetahuan guna mencapai terobosan untuk mendapatkan kunci dari kecerdasan perseptual yang kemudian berkembang menjadi kecerdasan kognitif.

2. Teknologi in-Memory-Computing menjawab tantangan memory wall pada komputasi AI

Dalam arsitektur Von Neumann, memori dan prosesor terpisah dan komputasinya membutuhkan data untuk terus bergerak. Dengan perkembangan pesat dari algoritma AI berbasis data selama beberapa tahun terakhir ini, akhirnya telah sampai pada titik di mana perangkat keras menjadi hambatan dalam eksplorasi algoritma yang lebih maju. Dalam arsitektur Processing-in-Memory (PIM), berbeda dengan arsitektur Von Neumann, memori dan prosesor menyatu bersama dan komputasi dilakukan, di mana data disimpan dengan gerakan data minimal. Dengan demikian, paralelisme komputasi dan efisiensi daya dapat ditingkatkan secara signifikan.

3. IoT pada sektor industri mendukung transformasi digital

Pada 2020, teknologi 5G, perkembangan pesat perangkat IoT, komputasi awan dan edge computing akan mempercepat perpaduan antara sistem informasi, sistem komunikasi dan sistem kontrol sektor industri. Melalui Industrial IoT yang canggih, perusahaan manufaktur dapat merasakan teknologi otomatisasi mesin, logistik di pabrik dan penjadwalan produksi, sebagai cara untuk merealisasikan model bisnis C2B manufaktur pintar (consumer to business smart manufacturing). Selain itu, sistem industri yang saling berhubungan atau terintegrasi dapat menyesuaikan dan mengoordinasikan kemampuan produksi vendor secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir. Hal ini akan secara signifikan meningkatkan produktivitas dan profitabilitas produsen.

4. Kemungkinan terjadinya kolaborasi skala besar antar mesin

Kecerdasan tunggal dengan cara tradisional tidak dapat memenuhi permintaan real-time dan keputusan perangkat cerdas skala besar. Pengembangan teknologi penginderaan kolaboratif dari Internet of things (IoT) dan teknologi komunikasi 5G akan mewujudkan kolaborasi di antara banyak agen – mesin yang bekerja sama satu sama lain dan bersaing satu sama lain untuk menyelesaikan target.

5. Desain modular membantu proses kerja chip lebih mudah dan lebih cepat dengan cara menumpuknya menjadi satu

Model tradisional desain chip tidak dapat secara efisien menanggapi kebutuhan produksi chip yang berkembang cepat akan direproduksi dan disesuaikan. Desain chip SoC open source berdasarkan RISC-V, bahasa deskripsi perangkat keras tingkat tinggi. Dan metode desain chip modular berbasis IP telah mempercepat pengembangan metode desain yang gesit dan ekosistem chip open source. Selain itu, metode desain modular berdasarkan chiplets (pembuat chip) menggunakan metode pengemasan canggih untuk mengemas chiplets yang memiliki fungsi berbeda secara bersamaan, yang dapat dengan cepat menyesuaikan dan mengirimkan chip yang sudah lolos seleksi secara spesifik oleh aplikasi yang berbeda.

6. Aplikasi blockchain pada tingkat produksi skala besar akan diadopsi secara massal

BaaSn (Blockchain-as-a-Service) selanjutnya akan mengurangi hambatan masuk untuk aplikasi blockchain perusahaan. Berbagai chip perangkat keras yang tertanam dengan algoritma inti digunakan pada edge, cloud dan dirancang khusus untuk blockchain yang juga akan muncul. Hal ini memungkinkan aset di dunia fisik untuk ditempatkan ke aset di blockchain dan semakin memperluas batas-batas Internet of Value dan mewujudkan interkoneksi multi rantai. Pada masa depan, sejumlah besar skenario aplikasi blockchain inovatif dengan kolaborasi multi dimensi di berbagai industri dan ekosistem akan muncul, dan aplikasi blockchain tingkat produksi skala besar dengan lebih dari 10 juta DAI (Item Aktif Harian) akan diadopsi massal

7. Periode kritis sebelum komputasi kuantum skala besar

Pada 2019, perlombaan untuk mencapai “Quantum Supremacy” kembali berfokus ke komputasi kuantum. Pada 2020, bidang komputasi kuantum akan menerima peningkatan investasi disertai peningkatan kompetisi. Hal ini diharapkan mengalami percepatan dalam industrialisasi dan pembentukan ekosistem secara bertahap. Pada tahun-tahun mendatang, tonggak berikutnya adalah realisasi komputasi kuantum fault-tolerant dan demonstrasi keunggulan kuantum dalam menghadapi masalah yang sebenarnya. Mulai dari tantangan besar terhadap pengetahuan saat ini. Komputasi kuantum mulai memasuki masa kritis.

8. Material baru akan merevolusi perangkat semikonduktor

Di bawah tekanan Hukum Moore dan permintaan besar akan daya komputasi dan penyimpanan, sulit bagi transistor berbasis Si (system of units) klasik untuk mempertahankan pengembangan berkelanjutan industri semikonduktor. Produsen semikonduktor besar masih belum memiliki jawaban dan opsi yang jelas untuk chip di luar 3nm. Material baru akan membuat logika baru, penyimpanan dan perangkat interkoneksi melalui mekanisme fisik baru, mendorong inovasi berkelanjutan di industri semikonduktor.

9. Pengembangan adopsi teknologi AI yang dapat melindungi privasi data

Biaya compliance (pemenuhan/kepatuhan) yang diwajibkan oleh undang-undang dan peraturan terbaru tentang perlindungan data terkait transfer data semakin tinggi dari sebelumnya. Karenanya, terjadi peningkatan minat dalam menggunakan teknologi AI untuk melindungi privasi data. Intinya, untuk memungkinkan pengguna data melakukan komputasi fungsi dari input data dari sumber penyedia data yang berbeda, namun tetap menjaga data tersebut sebagai privasi. Teknologi AI seperti ini menjanjikan teknologinya dapat memecahkan masalah silo data dan masalah akan kurangnya kepercayaan dalam praktik berbagi data saat ini.

10. Cloud menjadi pusat inovasi teknologi TI

Dengan perkembangan teknologi komputasi awan yang berkelanjutan, cloud telah berkembang jauh melampaui ruang lingkup infrastruktur TI, dan secara bertahap berkembang menjadi pusat dari semua inovasi teknologi TI. Cloud memiliki hubungan yang erat dengan hampir semua teknologi TI, termasuk chip baru, database baru, jaringan adaptif self-driving, big data, AI, IoT, blockchain, komputasi kuantum dan lainnya. Sementara, cloud terus berinovasi dengan teknologi baru, seperti komputasi tanpa server, arsitektur perangkat lunak cloud, desain perangkat lunak terintegrasi serta operasi otomatis cerdas. Cloud computing mendefinisikan ulang setiap aspek TI, membuat teknologi TI baru lebih mudah diakses oleh publik. Cloud telah menjadi tulang punggung seluruh ekonomi digital.

Penulis: Natalia Trijaji