Gerakan Jantung Sehat; Ajak Masyarakat Indonesia Tangkal Kolesterol





Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Dimotori Nutrive Benecol untuk turunkan resiko serangan jantung

Surabaya, Kabarindo- Kalbe Nutritionals melalui brand-nya Nutrive Benecol mengajak masyarakat Indonesia untuk menurunkan resiko serangan jantung Melalui Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol.

Gerakan tersebut diwujudkan dalam seminar yang telah berlangsung di Dyandra Convention Center, Surabaya, dengan rangkaian edukasi berupa pengenalan pola pikir rendah kolesterol dan rendah risiko penyakit jantung, demo mengenal pola makan dan porsi makan sehat, demo pola gerak sehat praktis sebagai solusi hidup sedentari serta program deteksi dini kolesterol tinggi dan risiko penyakit jantung koroner. Peserta seminar diajari gerakan senam B-FIT 2.0  untuk membakar kolesterol, merelaksasi tubuh (mengurangi stres), membakar kalori dan memperbaiki postur tubuh.

Donny Bambang Iryanto, Senior Brand Manager Nutrive Benecol, berharap dengan mengenali pola pikir, pola makan dan pola gerak yang sehat, masyarakat Indonesia dapat berperan aktif menjadi agen perubahan untuk diri sendiri maupun lingkungan keluarga dan sekitarnya.

Ia merujuk pada data dari Sample Registration System pada 2014 yang menunjukkan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data ini menyebutkan, 12,9% kematian di Indonesia diakibatkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini berpotensi untuk terus meningkat setiap tahun.

Kementerian Kesehatan mengimbau pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk berpartisipasi mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner, sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit ini dapat diturunkan.

 Dr. Lily S Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, mengatakan penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu.

“Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampaknya akan mulai terasa setelah bertahun-tahun,” ujarnya.

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI pada 2013, 42% penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari. Atau 1 dari 4 penduduk menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap hari. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada 2008 juga menunjukkan kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lipat dibandingkan kematian akibat obesitas. Jika gaya hidup sedentari diikuti pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung.

“Hidup sehat adalah gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang, rendah lemak jenuh dan kolesterol serta tidak merokok dan minuman beralkohol. Hal ini efektif bantu mencegah faktor risiko utama penyakit jantung yang meliputi diabetes mellitus, hipertensi, kebiasaan merokok, kegemukan dan kadar kolesterol tinggi,” ujar dr.Lily.

Dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA, pengasuh redaksi medis dari Klikdokter.com serta spesialis jantung dan pembuluh darah, menjelaskan kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait dengan proses yang disebut ateroklerosis, yaitu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri.

“Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah. Gangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke,” paparnya.

Faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis.

Dr. Agus Subagyo, SpJp, Ketua Komunikasi, Informasi dan Edukasi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Jawa Timur dan spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Dr.Soetomo Surabaya, menambahkan YJI terus memberikan edukasi akan bahaya serta pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui kampanye Panca Usaha Jantung Sehat.

Ia mengajak masyarakat untuk menurunkan risiko jantung koroner dengan gaya hidup TANGKAL yang terdiri dari 7 Langkah Tangkal Kolesterol yaitu teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga dengan senam B-FIT, kendalikan berat badan dan hindari stres, awasi tekanan darah serta lengkapi dengan Nutrive Benecol 2x sehari.

Nutrive Benecol membantu menurunkan kolesterol dan resiko penyakit jantung koroner, karena mengandung Plant Stanol Ester, bahan aktif yang memberikan manfaat kesehatan. Bahan ini telah teruji di lebih dari 70 uji klinis dengan latar konsumen berbeda dan mampu menurunkan kolesterol 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu. Plant Stanol Ester adalah senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol sehingga mampu menggantikan kolesterol dalam proses penyerapan di usus.




Berita Lainnya
Presiden Jokowi; Siap Buka Rakernas APDESI Di Medan

Medan, Kabarindo- Presiden Joko Widodo.

Ia dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional atau Rakernas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia di Medan, Jumat.

"Ribuan kepala desa se


Bale Kambang & Gunungan; Mendunia Di Europalia Art Festival

Jakarta, Kabarindo- Pameran Seni Rupa Kontemporer Indonesia “LALU, KINI [Budaya Bendawi]” atau “PAST, PRESENT [Material Culture]” telah resmi dibuka
di Brussels dan Antwerp, Belgia, dalam rangka Europalia


Marlina; Jadi Jawara NETPAC Jury Award Di Polandia

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Award tersebut dari Five Flavours Asian Film Festival. Festival ke 11 ini diadakan pada 15-22 November di ibukota Polandia,


HSBC Bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) Gandeng Sampoerna University (SU); Berdayakan Istri Nelayan Lewat Edukasi Keuangan

MAKASSAR, Kabarindo– Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University pada hari