AMD Rilis Processor EPYC; Untuk Data Center



Kontributor : Teks & Foto2: Natalia Trijaji (Kontributor Surabaya & Sekitarnya)

Untuk sistem dual-socket yang dinamis dan solusi platform single-socket yang inovatif



Surabaya, Kabarindo- AMD mengantarkan era baru untuk prosesor server dan data center berkinerja tinggi dengan prosesor EPYC.

Dengan jumlah inti yang banyak, bandwidth memori yang superior dan dukungan yang tak tertandingi untuk jalur input / output berkecepatan tinggi dalam satu chip, EPYC bertujuan merevolusi pasar server dual-socket sekaligus membentuk kembali harapan untuk server single-socket.

Sebelumnya dikenal dengan kode nama Naples, keluarga baru produk berkinerja tinggi untuk data center berbasis cloud dan tradisional ini akan menghasilkan mesin pemrosesan x86 Zen yang sukses, yang ditingkatkan hingga 32 cores fisik. Server berbasis EPYC yang pertama akan diluncurkan pada Juni dengan dukungan luas dari Original Equipment Manufacturers (OEM) dan channel partner.

Dengan prosesor EPYC yang baru, AMD mengambil langkah berikutnya dalam komputasi berperforma tinggi. Prosesor EPYC akan menetapkan standar baru untuk performa dan skalabilitas dua soket. EPYC memiliki core 45% lebih besar, kapasitas input / output (I/O) 60% lebih besar dan bandwidth memori 122% lebih besar.

“Kami percaya, produk baru ini memiliki potensi untuk membentuk kembali bagian pasar data center yang signifikan dengan kombinasi kinerja, fleksibilitas desain dan TCO yang inovatif,” kata Forrest Norrod, Senior Vice President and General Manager of Enterprise, Embedded & Semi-Custom Products, dalam rilis yang diterima dari AMD pada Kamis (18/5/2017).

Fitur-fitur yang dimiliki EPYC:
-Desain sistem-on-a-chip (SoC) 32-core yang skalabel dengan dukungan dua thread per core berkinerja tinggi.
- Bandwidth memori terdepan di industri dengan 8 kanal memori per perangkat EPYC. Pada server dual-socket, mendukung hingga 32 DIMM DDR4 pada 16 kanal memori, memberikan hingga 4 terabyte kapasitas total memori.
- SoC lengkap dengan I/O terintegrasi dengan kecepatan tinggi yang mendukung 128 jalur PCIe 3, meniadakan kebutuhan akan chip-set terpisah.
- Struktur cache yang optimal untuk kinerja tinggi, komputasi hemat energi.
- Infinity Fabric interkoneksi koheren untuk dua CPU EPYC dalam sistem dual socket.
- Perangkat keras keamanan khusus.

Akhil Gupta, Vice President of Infrastructure at Dropbox, mengatakan Dropbox sedang mengevaluasi CPU EPYC secara internal. Pihaknya terkesan dengan kinerja awal yang dilihat pada beban kerja dalam konfigurasi soket tunggal.

“Kombinasi kinerja inti, bandwidth memori dan dukungan I/O membuat EPYC menjadi penawaran unik. Kami terus mengevaluasi EPYC sebagai pilihan untuk infrastruktur kami,” ujarnya.

Matthew Eastwood, Senior Vice President IDC, menambahkan tidak ada prosesor server berkinerja tinggi dengan fitur lengkap saat ini dalam konfigurasi satu soket. EPYC mengubah dinamika itu dengan menawarkan solusi prosesor tunggal yang memberikan jumlah core berkinerja tinggi, memori dan I/O yang tepat untuk beban kerja yang diperlukan.




Berita Lainnya
Kota Pontianak; Siap Pecahkan Rekor MURI Khatam Alquran Massal

Pontianak, Kabarindo - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam rangka kegiatan khataman Alquran secara massal, kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.


Wapres JK Di Sidang Umum PBB; Pimpin Delegasi Indonesia

Jakarta, Kabarindo- Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Ia memimpin langsung delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi di Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-72 di markas


Lokawisata Baturraden; Sambut 1Muharram 1439 H

Purwokerto, Kabarindo- Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah bersama Lokawisata Baturraden menyiapkan kegiatan "Grebeg Suran Baturraden" untuk menyambut Tahun Baru 1439 Hijriah.


Presiden Jokowi Buka IBD Expo 2017; Bahas Perkembangan Digital

Jakarta, Kabarindo- Presiden Joko Widodo membuka Indonesia Business and Development Expo (IBD Expo) yang diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta pada 20-23 September 2017 membahas perkembangan ekonomi digital.