Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Olahraga > Yudi Cahyadi Raih Sabuk Interim Kelas Featherweight Usai Kalahkan Haris Sofian

Yudi Cahyadi Raih Sabuk Interim Kelas Featherweight Usai Kalahkan Haris Sofian

Olahraga
Oleh : Orie Buchori

BAGIKAN :
Yudi Cahyadi Raih Sabuk Interim Kelas Featherweight Usai Kalahkan Haris Sofian

KABARINDO, JAKARTA - One Pride MMA Fight Night 60 “Fight For Victory” sukses digelar malam tadi (16/07) di Tennis Indoor Senayan. Partai seru yang disajikan semalam adalah perebutan gelar juara nasional interim dan contender fight kelas featherweight, serta partai perbaikan peringkat kelas lightweight dan flyweight.

Pada main event malam tadi Yudi Cahyadi berhadapan dengan Haris Sofian dalam laga perebutan sabuk interim kelas featherweight. Mengawali pertarungan keduanya langsung bermain agresif dengan jual beli pukulan dan berduel di bawah.

Yudi terlihat sangat percaya diri dengan powernya, ia bisa membalikan Haris Sofian yang sempat berada di atas. Pertarungan berlangsung sangat panas dan seru, tak lama berduel di bawah Yudi berhasil membungkam Haris Sofian dengan kuncian rear naked choked hingga Haris melakukan tap out. Hasil ini membawa Yudi Cahyadi berhasil mendapatkan sabuk juara interim kelas featherweight.

"Semuanya ini hasil dari berlatih dan kekuatan doa dari semua yang mendukung saya. Alhamdulillah ini juga merupakan pembuktian untuk yang mengatakan saya selalu kalah dari Haris Sofian, malam ini saya buktikan bahwa saya bisa mengalahkannya. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan sabuk interim, tapi targetnya saya ingin mendapatkan sabuk juara kelas featherweight yang sesungguhnya.” Kata Yudi Cahyadi.

Keseruan laga antara Yudi melawan Haris juga mendapat komentar yang positif dari Ketua Umum KOBI, A. Ardiansyah Bakrie.

“Saya sudah tahu laga Yudi Cahyadi vs Haris Sofian akan menjadi pertarungan yang sangat bagus. Memberikan suguhan bagi para pecinta MMA yang sudah rindu dengan aksi-aksi yang brilian seperti ini, mudah-mudahan terpuaskan semua penonton One Pride MMA” kata A. Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI.

Kemudian pada co main event yaitu contender fight kelas featherweight antara Alpris Mantako kontra Firman Muharram. Pertarungan berlangsung seru sejak awal laga. Alpris dengan basic beladiri karate dan Firman dengan gaya boxing bermain dalam duel stand up. Jual-beli pukulan tak terelakkan hingga akhir ronde pertama.

Memasuki ronde kedua, Alpris Mantako dan Firman Muharram masih bertarung dengan gaya striking. Pada satu kesempatan, Firman berhasil memberikan pukulan keras ke wajah hingga membuat Alpris goyah. Si Musang Madu memanfaatkan keadaan dengan melakukan cekikan leher. Dengan teknik standing rear naked choke, Firman Muharram memaksa Alpris menyerah.

Kuncian erat mengantarkan Firman pada rekor lima kali kemenangan tanpa kekalahan di atas oktagon OnePride. Ia kini mendapat hak untuk menantang pemegang sabuk juara kelas featherweight.

Selanjutnya pada partai perbaikan peringkat kelas lightweight Deni Daffa tampil habis-habisan melawan Michael Mataheru. Ronde pertama dimulai Michael Mataheru langsung tampil beringas. Dia menyerang dengan pukulan keras yang mendarat ke wajah Deni Daffa. Pukulan itu membuat petarung muda ini jatuh tersungkur. Pertarungan kemudian berlanjut ke ground fighting.

Petarung dari sasana Papua Top Team berada diposisi mount menghalangi gerak Deni Daffa. Deni Daffa akhirnya mengamuk. Dia berhasil bangkit dari bawah membanting Michael Mataheru. Namun, situasi menegangkan terjadi tatkala Deni Daffa melepaskan tendangan mendarat ke tangan Michael Mataheru. Namun, situasi menegangkan terjadi tatkala Deni Daffa melepaskan tendangan mendarat ke tangan Michael Mataheru.

Wasit Budi Hermanto menghentikan pertandingan sejenak karena melihat tendangan kencang tersebut mendarat ke muka Michael. Hal itu karena dinilai wasit Deni Daffa membuat pelanggaran. Tapi akhirnya duel kembali dilanjutkan di ground setelah melihat tayangan ulang.

Pertandingan yang tersisa 30 detik ronde pertama berakhir ditutup dengan serangan tendangan Deni Daffa. Sayang pertandingan tidak bisa dilanjutkan ke ronde dua karena Michael Mataheru lempar handuk alias menyerah. Deni Daffa kemudian keluar sebagai pemenang.

Terakhir, yang juga tak kalah seru Ronal Siahaan mengamuk dalam duel Fight Night 60 One Pride MMA malam ini. Hanya sebentar saja ia sukses mengalahkan Winardi di ronde pertama. Di awal ronde pertama, kedua petarung agresif saling melancarkan pukulan kombinasi jarak dekat.

Namun, Winardi kemudian langsung menjatuhkan Ronal Siahaan. Keduanya pun saling beradu kemampuan pada pertarungan bawah. Berada diposisi mount, Winardi melancarkan serangan pukulan bertubi-tubi ground and pound. Ronal berusaha bertahan dari gempuran ground and pound yang dilancarkan Winardi. Ronal akhirnya bisa bangkit berdiri lagi.

Kali ini, petaka menimpa Winardi yang terjatuh dihajar Naga Sakti lewat knee. Naga Sakti mengamuk dengan memukul Winardi bertubi-tubi dengan teknik ground and pound di ronde pertama. Wasit Soma menghentikan pertandingan. Kemenangan diraih Ronal Siahaan lewat teknik knee dan ground and pound di ronde pertama.

One Pride MMA adalah promotor MMA terbesar di Indonesia menghadirkan lebih dari 400 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia. Untuk berita terbaru terkait One Pride MMA, silakan kunjungi www.onepride.net dan www.tvonenews.com, ikuti kami di Twitter @OnePrideTVOne, Instagram, Youtube, dan FB di @OnePrideIMMA.


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER