KANTOR CABANG DIGITAL : CIMB Niaga terus melakukan inovasi digital dalam memenuhi transaksi keuangan masyarakat. Salah satunya menghadirkan DigitalLounge di pusat perbelanjaan. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).
______
JAKARTA -- Pergeseran perilaku masyarakat yang semakin digital menuntut sektor perbankan untuk beradaptasi cepat. Saat ini, masyarakat memilih menggunakan transaksi melalui channel digital dibandingkan dengan layanan tatap muka.
Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, transaksi digital perbankan hingga September 2025 menunjukkan pertumbuhan pesat yang didorong oleh lonjakan penggunaan mobile banking dan super app. Volume transaksi mobile banking tercatat tumbuh 28,62% dengan 5,91 miliar transaksi. Nilainya pun fantastis menembus Rp17.613 triliun atau bertumbuh 19,45 year on year. Transaksi pembayaran QRIS melonjak signifikan mencapai 145,07% yer on year menjadi bukti bahwa saat ini masyarakat Indonesia mengarah ke cashless society.
Faktor utama yang mendorong masyarakat memilih transaksi digital, karena inovasi yang dihadirkan perbankan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, seperti tren hadirnya super app yang membuat masyarakat bisa melakukan transaksi keuangan kapan pun dan dimana pun.
Di era serba digital saat ini, transaksi digital perbankan tak hanya dilakukan oleh kalangan yang kini populer menjadi pembicaraan yakni Generasi Z atau gen Z. Namun, transaksi digital perbankan yang praktis dan seamless atau tanpa hambatan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rita Hartati (50) salah satunya. Menjadi nasabah CIMB Niaga selama 20 tahun atau dua dekade, pekerja swasta itu mengikuti betul inovasi yang dilakukan perbankan nasional. “Dulu setor uang atau tarik dana harus ke bank. Tulis di kertas, antre di teller,karena jumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masih terbatas,”ujaranya saat ditemui Kabarindo.com di Pondok Indah Mall 2, Kamis 27 November 2025 lalu.
Dua puluh tahun lalu, kata dia, urusan perbankan masih dilakukan secara manual. Termasuk saat menghadapi masalah, seperti kartu ATM terblokir hingga lupa PIN, nasabah harus datang ke kantor cabang tempat membuka rekening. “Dulu memang prosedur harus tatap muka, tapi sekarang semua dibikin mudah oleh CIMB Niaga,”ujar wanita yang berkantor di Jl Jenderal Gator Subroto Kav.35-36, Setiabudi, Jakarta Selatan itu.
Kini, Rita dan jutaan nasabah CIMB Niaga lainnya tak lagi direpotkan dengan datang ke kanttor cabang untuk urusan keuangan. “Sudah ada OCTO, semua transaksi bisa saya lakukan kapan saja dan dimana saja. Termasuk jika ada kendala, hanya perlu chat di aplikasi saja,”paparnya.
Ya, sebagai salah satu bank terbesar di Tanah Air, CIMB Niaga telah mengambil langkah strategis dengan menempatkan layanan perbankan digital sebagai ujung tombak untuk menjawab kebutuhan finansial yang cepat, mudah, dan personal.
Strategi tersebut bukan sekadar digitalisasi, melainkan transformasi total yang berfokus pada kemudahan akses dan menghadirkan pengalaman nasabah yang menyenangkan.
Hadirnya OCTO dari CIMB Niaga telah mengubah paradigma layanan perbankan. Aplikasi ini menjelma menjadi sebuah lifestyle companion yang menghadirkan hampir semua kebutuhan finansial langsung dalam genggaman. Di super app OCTO, CIMB Niaga mengintegrasikan fitur yang holistik. Mulai dari investasi hingga pengelolaan kartu kredit, semuanya disajikan dengan antarmuka yang ramah pengguna.
Salah satu fitur yang paling disukai Rita yakni dirinya bisa mengontrol penuh kartu debit dan kartu kredit. OCTO memungkinkan nasabah mengaktifkan dan menonaktifkan kartu secara real-time. “Pernah kartu debit terjatuh. Jika dulu harus telpon call center atau mendatangi kantor cabang, sekarang bisa saya urus dari aplikasi OCTO,”sebutnya.
Sama halnya dengan Rita, Ahmad Feryadi (49) merasakan manfaat dari digitalisasi yang dilakukan CIMB Niaga melalui super app OCTO itu. “Sekarang semua transaksi bisa dilakukan dari smartphone. Terlebih hampir seluruh merchant di mall memiliki layanan pembayaran QRIS,”ujar warga Komplek DKI Joglo Blok J itu.
Dengan aplikasi yang tertanam di telepon selulernya, dia juga bisa memantau transaksi keuangannya, jumlah sisa dana yang dimilikinya, hingga nomibal transfer yang dikirimkan oleh mitra kerjanya secara real time. “Ya memang sudah eranya semua serba digital. Masalah digitalisasi sektor keuangan, justru kita darigenerasi tua inilah yang merasakan manfaatnya, karena bisa transaksi dalam jumlah besar dalam waktu beberapa detik saja,”imbuhnya.
Managing Partner Inventure Yuswohady menilai, popularitas CIMB Niaga sebagai brand bank nasional terus melesat sejak adanya OCTO yang sebelumnya menggunakan brand OCTO Mobile. “Itu artinya CIMB Niaga tak mau tertinggal melakukan inovasi di ekosistem perbankan nasional,”tegasnya.
Menurut pakar pemasaran itu, CIMB Niaga menghadirkan kecepatan, keamanan berlapis, dan aksesibilitas finansial yang berkelanjutan. “Pertimbangan utama masyarakat menggunakan layanan perbankan adalah trust atau kepercayaan. CIMB Niaga berhasil mendapatkan trust dari masyarakat Indonesia,”paparnya. Dengan layanan seamless dan masifnya pembukaan digital branch, Yuswohady meyakini, CIMB Niaga akan menjadi game changer dalam industri perbankan nasional. “Dulu CIMB Niaga populer dengan produk KPR nya, ke depan saya yakin mereka juga akan populer dengan super app nya,”tutupnya.
Layanan Berkelas Tanpa Batas
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) sendiri, terus menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan perbankan digital ke level yang lebih optimal dengan memperkenalkan OCTO by CIMB Niaga. Inovasi ini merupakan transformasi yang mengintegrasikan aplikasi mobile banking OCTO Mobile dan internet banking OCTO Clicks menjadi satu identitas yaitu OCTO.
Selain nama yang lebih simpel, rebranding dan integrasi ini juga makin memudahkan nasabah dalam mengakses layanan perbankan, baik di aplikasi maupun website, cukup menggunakan satu User ID yang sama, sehingga memberikan pengalaman perbankan yang lebih praktis, aman, dan efisien.
“Integrasi OCTO merupakan bagian dari upaya CIMB Niaga untuk semakin menyederhanakan pengalaman perbankan nasabah, memperkuat konsistensi brand OCTO, sekaligus menyiapkan fondasi untuk pengembangan fitur masa depan,”tegas Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh dikutip dari keterangan rresmi CIMB Niaga,
CIMB Niaga, lanjut dia, berkomitmen menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif dengan teknologi dan fitur terkini, sehingga selalu revelan dengan gaya hidup digital nasabah.
Lusi menjelaskan, transformasi OCTO menandai era baru ekosistem perbankan digital CIMB Niaga yang lebih terpadu. Selama ini OCTO baik versi aplikasi maupun website, telah menjadi platform transaksi favorit jutaan nasabah CIMB Niaga.
Kini, dengan platform yang terintegrasi, nasabah dapat menikmati OCTO dengan antarmuka (user interface) yang lebih intuitif dan dibekali beragam fitur inovatif. Mulai dari QRIS Tap, QRIS lintas negara dengan cakupan lebih luas termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang, NFC Tap and Pay, konversi Poin Xtra ke miles beragam maskapai penerbangan secara langsung, pengajuan kartu kredit dan KTA, serta layanan asuransi Sun Life.
Aplikasi OCTO kini juga terintegrasi dengan OCTO Call yakni panggilan berbasis data dan OCTO WhatsApp yang memungkinkan koneksi langsung tanpa pulsa ke Contact Center CIMB Niaga
Pengembangan saluran komunikasi digital tersebut semakin memudahkan nasabah dalam berinteraksi dengan bank dengan respons cepat dan tersedia kapan saja . Inovasi tersebut juga menjadikan CIMB Niaga sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan panggilan melalui WhatsApp.
Dengan beragam inovasi tersebut, Aplikasi OCTO kini telah berevolusi bukan sekadar aplikasi perbankan harian, melainkan jembatan yang menghubungkan nasabah dengan CIMB Niaga secara lebih cerdas, cepat, dan personal. Selain fitur utama seperti transfer BI-FAST, top-up e-wallet, dan pembayaran QRIS, OCTO terus memperkaya pengalaman nasabah dengan kampanye #GetWealthSoon yang mendukung pertumbuhan wealth secara digital melalui produk reksa dana, obligasi ritel, dan korporasi, dilengkapi dengan fitur monitoring portofolio dan performance insights.
Pengguna aplikasi OCTO juga dapat menikmati pembukaan rekening valuta asing hingga 15 mata uang serta kurs transaksi yang kompetitif. OCTO versi website juga siap melayani kebutuhan finansial yang lebih kompleks, mulai dari jual beli emas, pengelolaan transaksi massal, hingga pengajuan kartu kredit dan pinjaman pribadi.
OCTO menawarkan salah satu pengalaman digital wealth terbaik di Indonesia, memungkinkan nasabah membandingkan kinerja berbagai reksa dana dan obligasi hingga lima tahun ke belakang, serta memantau portofolio setiap bulan. Berbagai inovasi dan pengembangan di segmen digital wealth telah direncanakan untuk tahun 2025 guna menjawab tingginya permintaan. Seiring dengan kemajuan ini, transaksi finansial melalui Aplikasi dan Website OCTO tumbuh 44% sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Pertumbuhan positif ini menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap kanal digital.
“Bagi nasabah yang ingin merasakan pengalaman layanan digital terbaru OCTO, cukup mengunduh aplikasi OCTO di Play Store (Android) atau App Store (iOS),”imbuhnya. Pengguna yang sudah memiliki akun di Aplikasi OCTO Mobile sebelumnya cukup mengikuti petunjuk di aplikasi, termasuk memperbarui User ID.
Transformasi yang dilakukan, kata Lusi, tak sekadar terkait teknologi, tetapi tentang bagaimana CIMB Niaga mendekatkan layanan ke kehidupan nasabah. “OCTO by CIMB Niaga adalah wujud komitmen kami untuk menjadi mitra finansial yang relevan dan adaptif, sekaligus menghadirkan layanan perbankan digital yang simpler, better, faster,” tutup Lusi.
Sedangkan Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, saat ini CIMB Niaga dipercaya 9,1 juta nasabah di seluruh Nusantara.
Kepercayaan itu karena CIMB Niaga seluruh menghadirkan inovasi terdepan untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat.
CIMB Niaga tercatat sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan mesin ATM pada 1987. Selanjutnya pada 1991, CIMB Niaga menjadi bank pertama yang menyediakan layanan perbankan secara online. Juga transformasi digital melalui aplikasi OCTO Mobile pada 2020 yang terus dikembangkan dengan fitur lengkap dan terkini sesuai dengan kebutuhan nasabah.

“Di usia 70 tahun ini, kami tidak hanya merayakan perjalanan panjang CIMB Niaga, tetapi menegaskan posisi kami sebagai bank yang relevan di setiap era: stabil secara finansial, inovatif secara digital, serta bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,”tegasnya.
CIMB Niaga, lanjut dia, terus memperkuat komitmen terus membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati melalui layanan finansial yang aman, cepat dan berdampak positif, serta menekankan komitmen keberlanjutan.
Hingga 30 September 2025, layanan CIMB Niaga didukung 11.698 karyawan, 393 kantor cabang dan jaringan, termasuk 32 Digital Lounge, 2.883 ATM, serta 674.844 EDC, QR, dan e-Commerce yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, sebagai bank yang peduli dengan bumi dan generasi masa depan, CIMB Niaga konsisten mengimplementasikan sustainability dengan pesan keberlanjutan #SekarangUntukMasaDepan.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, inovasi yang dilakukan CIMB Niaga sejalan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Teknologi finansial, khususnya pembayaran masih menjadi pendorong nafas ekonomi digital di Indonesia.
“Hampir semua aktivitas digital, akan ada opsi pembayaran secara digital. Apalagi sekarang sudah berkembang QRIS yang menunjang pembayaran digital. Jadi saya melihat perkembangan CIMB Niaga sangat luar biasa ke depan,”tegasnya.
Dia mengungkapkan, meskipun kompetisi menghadirkna inovasi digital sangat ketat di industri perbankan nasional, namun Nailul meyakini, inovasi yang dihadirkan cimb Niaga masih bisa tumbuh secara signifikan dan menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional.
“Terlebih untuk usaha-usaha mikro yang sekarang juga sebagian dari mereka adaptif dengan teknologi. Kehadiran pembayaran digital melalui bank digital ataupun lainnya membuat proses inklusi keuangan menjadi lebih cepat,”sebutnya. Bahkan, bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), transaksi melalui QRIS sangat potensial digunakan untuk penilaian kredit. Terutama bagi pelaku usaha dan juga masyarakat di pedesaan. “Adanya teknologi pembayaran digital akan mempercepat proses inklusi di perdesaan, asalkan ada sinyal internet,”tutupnya.





