Table Top Cendera.mata Ragam Perca; Tampilkan Hasil Karya UMKM Jatim

Table Top Cendera.mata Ragam Perca; Tampilkan Hasil Karya UMKM Jatim

Table Top Cendera.mata Ragam Perca; Tampilkan Hasil Karya UMKM Jatim

Manfaatkan kain perca sebagai peluang usaha

Surabaya, Kabarindo- House of Sampoerna (HoS) siap menggelar program Table Top Cendera.mata Ragam Perca yang diselenggarakan selama 1-31 Maret 2020. Pengunjung HoS dapat menikmati aneka produk kreativitas UMKM Jawa Timur.

Event tersebut diadakan sebagai salah satu fokus utama kontribusi HoS dalam mendukung UMKM Jatim yang diwujudkan melalui Cendera.mata Museum Shop. Berbagai produk seperti batik, buku, kaos dan kerajinan tangan khas Jatim lainnya tersedia di sini.

Cendera.mata menggelar program Table Top secara berkala setiap bulan untuk turut mendukung perkembangan usaha kreatif UMKM,” ujar Rani Anggraini, Manager Museum & Marketing House of Sampoerna.

Di antara para peserta event, terdapat Kartini Bordir, Mentawai dan Amardian. Produk ketiga UMKM ini berawal dari ide sederhana dengan memanfaatkan bahan di sekitar. Penggunaan kain perca sebagai bahan baku utama ternyata bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan bagi mereka. Ragam produk kerajinan kain perca seperti tas, dompet dapat dihasilkan menjadi produk bernilai jual tinggi yang digemari masyarakat.

Kartini Bordir didirikan oleh Kartini Hari Asih yang mengawali proses kreatif dari mengikuti pelatihan UMKM yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui program Pahlawan Ekonomi. Ia kemudian mengolah kain perca menjadi tas bermacam ukuran dan model. Kebetulan di lingkungannya banyak ibu-ibu yang berprofesi sebagai penjahit, namun mereka kesulitan mengolah limbah sisa kain jahitan yang mereka kerjakan. Kegiatan yang telah berjalan sejak 2010 itu kini telah berkembang pesat hingga mampu menghasilkan 50 buah kerajinan setiap hari.

Mentawai didirikan oleh Ruskayanti yang mendapat keterampilan membordir pada 2009 lewat program pelatihan yang diadakan oleh kelurahan dan dinas terkait. Ia kemudian merintis usaha sendiri sejak 2014. Sosok yang semula hanya ibu rumah tangga ini juga melatih tetangga sekitar rumahnya di daerah Bogangin Surabaya untuk membantu meningkatkan hasil produksi Mentawai yang kini bisa mencapai 400 tas dan dompet setiap bulan.

Sedangkan Amardian dirintis oleh Didik Haryono yang mengawali usaha dengan membuat sepatu rajut pada 2016. Ia mampu mengembangkan ragam produk kerajinan lainnya seperti tas yang memiliki desain unik dan menarik. Pria yang pernah bekerja sebagai site manager di salah satu perusahaan tambang ini kemudian mengikuti beragam program pelatihan yang diadakan oleh Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (PPK Sampoerna).

Table Top merupakan program bulanan yang diselenggarakan HoS melalui Cendera.mata, untuk mengangkat prouduk-produk baru guna dipromosikan sekaligus melihat potensi dan minat pasar akan produk tersebut. Sebagian besar hasil penjualan kembali ke UMKM agar dapat digunakan sebagai modal usaha.

Penulis: Natalia Trijaji