Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Resesi Hantui Ekonomi, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Resesi Hantui Ekonomi, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Resesi Hantui Ekonomi, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Resesi Hantui Ekonomi, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Surabaya, Kabarindo- Ekonomi global disebut mendekati kondisi gelap dan diprediksi akan berlanjut sampai 1-2 tahun ke depan. International Monetary Fund (IMF) bahkan memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2023, dari yang semula diprediksi dapat tumbuh sebesar 3,8%, kini hanya menjadi 2,7%.

Kondisi tersebut ditengarai oleh lonjakan inflasi, suku bunga yang tinggi, perlambatan laju pertumbuhan ekonomi hingga terhambatnya rantai pasok global akibat konflik geopolitik. Rumitnya masalah ekonomi global ini berdampak pada ancaman resesi global yang kian nyata.

Fundamental ekonomi Indonesia dinilai akan lebih kuat dibandingkan negara lain dalam menghadapi gejolak ekonomi global, namun resesi juga dapat berdampak langsung bagi masyarakat. Dampak yang dirasakan masyarakat akan beragam mulai dari berkurangnya penghasilan, kemungkinan PHK hingga kenaikan harga kebutuhan pokok secara berkepanjangan. Untuk itu, masyarakat diminta antisipatif dalam menghadapi kondisi ini.

Kredivo, platform penyedia alternatif metode pembayaran, optimis masyarakat Indonesia mampu bertahan untuk menghadapi kondisi ekonomi saat ini. Lily Suriani, General Manager Kredivo, mengatakan salah satu faktor yang berkontribusi bagi fundamental ekonomi Indonesia adalah tingkat daya beli masyarakat.

“Kami optimis, stimulus yang diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat akan dapat membantu Indonesia melalui gejolak ekonomi,” ujarnya pada Senin (21/11/2022).

Salah satu bentuk antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi dampak dari gejolak kondisi ekonomi adalah dengan bijak mengelola keuangan. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menjadi masyarakat cerdas dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi?

Siapkan dana darurat

Dana darurat merupakan instrumen penting yang dapat dimanfaatkan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi yang tidak diinginkan. Besaran dana darurat minimal sejumlah 3 kali pengeluaran bulanan bagi yang masih berstatus lajang dan minimal 6 kali pengeluaran bulanan bagi yang telah berkeluarga.

Berbelanja sesuai kebutuhan

Belanja oleh masyarakat memiliki peran penting bagi kondisi perekonomian nasional, sebab akan berdampak pada roda perekonomian yang dapat terus berputar. Karena itu, tetaplah belanja barang sesuai dengan kebutuhan, terutama yang bersifat pokok dan penting.

Cerdas berinvestasi

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, masyarakat tetap dapat berinvestasi namun dengan memperhatikan jenis instrumen investasi. Instrumen yang berisiko rendah dan mudah dicairkan, seperti reksa dana pasar uang ataupun surat berharga negara (SBN) dapat menjadi pilihan yang cenderung aman.

Amankan sumber penghasilan

Di tengah maraknya fenomena PHK, penting bagi masyarakat untuk dapat mempertahankan sumber penghasilan. Jika tidak ada masalah yang mendesak, usahakan untuk tidak mengundurkan diri dari tempat kerja. Bahkan jika memungkinkan, carilah pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan.

Susun skala prioritas kebutuhan

Skala prioritas diperlukan agar dapat mengetahui kebutuhan mana yang harus didahulukan dan yang dapat ditunda pemenuhannya. Dalam kondisi saat ini, membeli kebutuhan sesuai dengan skala prioritas akan mendukung dalam menyehatkan cashflow. Anda dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan memastikan cashflow tetap terjaga dan terkontrol.

Dibutuhkan peran lintas sektor, baik dari masyarakat, pelaku industri hingga pemerintah untuk bahu-membahu menghadapi ancaman resesi.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER