Program Sharp Class Didik Puluhan Siswa SMK Jadi Generasi Muda Siap Kerja

Program Sharp Class Didik Puluhan Siswa SMK Jadi Generasi Muda Siap Kerja

Program Sharp Class Didik Puluhan Siswa SMK Jadi Generasi Muda Siap Kerja

Adakan program pendidikan guna perkenalkan lingkungan kerja teknisi profesional

Surabaya, Kabarindo- Angka serapan lulusan SMK di Indonesia cukup memprihatinkan. Selama 5 tahun ini lulusan SMK di Indonesia menempati peringkat pertama Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2021 lalu, angka TPT nasional yang berasal dari lulusan SMK mencapai sekitar 11,13%. Guna membantu program pemerintah dalam menekan angka tersebut, Sharp Indonesia kembali menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan bertajuk Sharp Class.

Sharp Class merupakan program pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh teknisi professional dari Sharp Indonesia kepada siswa-siswi SMK guna mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang unggul dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan dunia industri.

“Sharp Class merupakan salah satu upaya kami membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran. Melalui kehadiran para teknisi-teknisi andal Sharp, kami berharap para siswa-siswi ini dapat menerapkan standar kerja profesional bertaraf internasional. Kami akan melakukan seleksi dan memberikan kesempatan bagi siswa-siswi berprestasi pada program ini untuk bergabung dengan tim customer satisfaction Sharp Indonesia, ujar Pandu Setio, Sr. PR & Brand Communication Manager Sharp Indonesia.

Sebelumnya Sharp Class hadir di beberapa kota Indonesia seperti Banda Aceh, Palu, Denpasar dan 10 kota lainnya serta meluluskan lebih dari 570 siswa siswi SMK yang sebagian telah diserap oleh beberapa perusahaan termasuk Sharp Indonesia. Pada awal 2022, Sharp Class kembali hadir di kota Bandung setelah terhenti beberapa saat akibat pandemi.

Di kota Bandung, Sharp Class digelar di SMKN 4. Kepala Sekolah SMKN 4 Bandung, Agus Setiawan, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh Sharp Indonesia. Ia bangga dan senang sekolahnya terpilih menjadi salah satu sekolah binaan Sharp Indonesia.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi siswa-siswi kami dan siap saing di dunia kerja setelah lulus nanti, ujarnya.

Guna membekali proses belajar mengajar, Sharp Indonesia menyediakan unit produk berupa Android TV 42”, speaker active dan peralatan praktek yang diserahkan kepada perwakilan sekolah pada saat seremoni. Bantuan ini dapat digunakan untuk menunjang kegiatan praktek yang akan dilakukan selama pendampingan.

Sharp Indonesia akan memberikan materi yang beragam sebagai pelengkap kurikulum yang telah diberikan pihak sekolah, mulai dari teori, praktek langsung hingga pelatihan koordinasi di dunia profesional, sikap dan perilaku serta kepemimpinan.

Menurut General Manager Customer Satisfaction Sharp Indonesia, Ronald R. Huwae, teknisi tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk praktek, namun juga harus mengerti pola komunikasi dan membantu mengarahkan konsumen.

Kami tidak hanya mengajarkan materi utama dari kelas, namun turut membentuk perilaku dan sikap yang profesional di lapangan. Di luar hal-hal teknis dan teoritis, kami merasa perlu membekali mereka dengan teknik komunikasi dan leadership yang tepat, serta menggambarkan kondisi dunia kerja saat ini. Harapannya melalui strategi ini, para siswa mampu menjadi teknisi yang andal, tangguh dan cepat tanggap terhadap kebutuhan konsumen, ujarnya.

Pada 2022 ini, Sharp Indonesia berencana untuk memperluas kegiatan Sharp Class ke berbagai kota, agar program ini dapat terselenggara secara merata ke pelosok negeri. Sharp Indonesia akan mengunjungi kota Lampung pada Februari mendatang.