Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Penelitian Menunjukkan Pelaku Usaha Perempuan Lebih Cepat Adaptasi dengan Teknologi Digital

Penelitian Menunjukkan Pelaku Usaha Perempuan Lebih Cepat Adaptasi dengan Teknologi Digital

Ekonomi & Bisnis | Rabu, 22 Desember 2021 | 22:06 WIB
Oleh : Budiman

BAGIKAN :
Penelitian Menunjukkan Pelaku Usaha Perempuan Lebih Cepat Adaptasi dengan Teknologi Digital

KABARINDO, JAKARTA - Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga UKM Indonesia menunjukkan bahwa pelaku usaha perempuan lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi ketimbang laki-laki.

Tak hanya cepat dalam beradaptasi, perempuan juga lebih sadar akan formalisasi usahanya.

"Dalam kondisi pandemi seperti ini, sebanyak 47 persen perempuan pelaku usaha yang mengakses marketplace meningkat dari sebelum pandemi sekitar 32 persen. Ini membuktikan perempuan bisa membaca peluang dari teknologi," kata Asdep Peningkatan Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA Eko Novi Ariyanti dalam webinar tentang peran perempuan yang dipantau di Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Partisipasi Perempuan dalam Aktivitas Perekonomian Masih Rendah

Menurut penelitian, pelaku usaha laki-laki memaanfaatkan marketplace meningkat dari 25 persen menjadi 40 persen selama pandemi COVID-19.

"Namun secara umum partisipasi perempuan dalam aktivitas perekonomian masih jauh lebih rendah daripada laki-laki, sekitar 53 persen berbanding 83 persen," katanya.

Novi mengatakan bahwa diperlukan peningkatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi dengan kemitraan seperti membuat kelompok perempuan pelaku ekonomi, diberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas SDM dan produk, berkolaborasi dengan diberikan fasilitasi rantai pasok; inovasi; teknologi; dan sarana produksi, akselerasi untuk akses pasar dan pendanaan, serta peningkatan UMKM perempuan agar tidak hanya berkembang namun juga memberdayakan ekonomi lokal.

Novi menilai bahwa partisipasi perempuan sebagai pelaku ekonomi masih bisa ditingkatkan karena punya akses yang tinggi terhadap teknologi, yakni 44,86 persen.

"Perempuan dan teknologi merupakan sebuah kombinasi yang kuat untuk menghasilkan perubahan pada dunia, yaitu melalui akses pendidikan, mengumpulkan informasi, serta mengembangkan potensi," kata Novi.

Sumber berita: Antara

Foto: Antara


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER