Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Pemuda Harus Jadi Bagian Sejarah Peradaban Manusia

Pemuda Harus Jadi Bagian Sejarah Peradaban Manusia

Berita Utama
Oleh : Boy

BAGIKAN :
Pemuda Harus Jadi Bagian Sejarah Peradaban Manusia

KABARINDO, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) DR (HC) H Syafruddin, MSI mengajak pemuda-pemuda Islam untuk menjadi bagian sejarah peradaban manusia sebagaimana yang dilakukan tokoh-tokoh Islam terdahulu pada ratusan tahun yang lalu. Islam, menurut Syafrudin, tidak pernah lepas dari peradaban manusia di muka Bumi dan peradaban Islam telah mengubah peradaban manusia yang tidak menjadi baik.

“Imperium Islam pernah berjaya di muka Bumi dan meluruskannya. Dari mulai ilmu pengetahuan dan teknologi, kontemporer dan modern. Ini semua sejarah sebagai motivasi untuk membangkitkan kembali Islamic civilization,” ujar Syafruddin pada perayaan 40 tahun Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Selasa malam, 29 Maret 2022.  

Ia mencontohkan tokoh Islam Ibnu Sina atau Avicenna yang dikenal sebagai bapak kedokteran. Hingga kini temuannya menjadi rujukan para ilmuwan, bahkan yang bukan beragama Islam. Kejayaan Islam ini, katanya, bahkan mendunia hingga ke Eropa. Diperkirakan, dalam 15 tahun mendatang Benua Eropa akan menjadi benua hijau atau benua Islam.

Pemuda muslim Indonesia juga bisa mengambil bagian dari torehan sejarah Islam. Keterlibatan pemuda Indonesia dalam sejarah peradaban dunia tersebut, kata Syafruddin, bisa dimulai dengan cara mengetaskan buta Al-Qur’an di antara penduduk muslim Indonesia yang berjumlah 224 juta. Menurut Syafruddin, hasil riset yang dilakukan oleh organisasi-organisasi kepemudaan di bawahnya menemukan bahwa masih terdapat 65% dari 224 juta muslim di Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dan hanya 35% yang bisa membaca kitab suci tersebut.

“Saya memohon dan meminta GPK sebagai pemuda organisasi Islam, tolong bantu. Jangan hanya kuantitas Islam yang besar, tapi juga kualitas. Kalau mau disegani, tidak mau dicemooh, maka harus tingkatkan kualitas,” imbuhnya.

Syafruddin juga mengingatkan bahwa banyak isi Al-Qur’an yang terkait dengan ilmu pengetahuan yang belum digali oleh umat Islam. Ironisnya, banyak pihak yang bukan muslim justru malah mengkaji isi Al-Qur’an untuk mendapatkan pengetahuan.


RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER