TWSLive : Bocoran RTP Live Slot Gacor Tertinggi Hari Ini
Beranda > Ekonomi & Bisnis > Libur Isra Miraj, KAI Catat Peningkatan Penumpang

Libur Isra Miraj, KAI Catat Peningkatan Penumpang

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Nara Ibrahim

BAGIKAN :
Libur Isra Miraj, KAI Catat Peningkatan Penumpang

KABARINDO, JEMBER - Okupansi penumpang kereta api di Daerah Operasi (Daop) 9 Jember sepanjang stasiun di wilayah kerjanya dari Kabupaten Banyuwangi hingga Pasuruan, Jawa Timur mengalami peningkatan saat libur Isra Mikraj, Senin.

"Berdasarkan informasi yang kami dapatkan sebanyak 6.238 tiket KA atau 95 persen dari kapasitas angkut seluruh rangkaian kereta terjual saat libur Isra Mikraj," kata Pelaksana Harian Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Tohari saat dikonfirmasi per telepon di Jember, Senin.

Menurut dia, biasanya jumlah penumpang kereta api saat hari kerja sekitar 2.000 hingga 2.500 orang, sedangkan pada akhir pekan biasanya mencapai 4.000 hingga 5.000 orang.

"Untuk KA jarak jauh biasanya jumlah penumpang dibatasi maksimal 80 persen, sedangkan KA lokal sebanyak 70 persen dari kapasitas angkut seperti KA Pandanwangi karena masih pandemi ada keterbatasan tempat duduk di dalam kereta," tuturnya.

Ia mengatakan biasanya kereta yang penuh sesuai dengan pembatasan kapasitas adalah kereta lokal KA Pandanwangi rute Jember-Banyuwangi sebanyak dua kali pulang pergi (PP), sehingga hampir setiap akhir pekan atau libur panjang selalu penuh.

"Selama perjalanan kereta, petugas menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk seluruh penumpang baik KA jarak jauh maupun kereta lokal yang beroperasi di wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember," katanya.

Hingga saat ini, lanjut dia, persyaratan untuk naik kereta api belum ada perubahan karena KAI masih mengacu pada SE Kemenhub Nomor 97 Tahun 2021, sehingga pihaknya akan mengikuti dan mematuhi kebijakan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 melalui transportasi kereta api.

"Kami juga meminta kepada penumpang untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan selalu menggunakan penyanitasi tangan," ujarnya.

Sumber: Antara


RELATED POSTS


Home Icon
https://next.seattlechildrens.org//