Kotak Makan Dengan Es Pendingan; Bikin Buah & Sayuran Segar Lebih Lama

Kotak Makan Dengan Es Pendingan; Bikin Buah & Sayuran Segar Lebih Lama

Kotak Makan Dengan Es Pendingan; Bikin Buah & Sayuran Segar Lebih Lama

Produk istimewa Alfamidi, tawarkan banyak hadiah termasuk liburan ke Jepang

Surabaya, Kabarindo- Kotak makan yang praktis menjadi solusi bagi mereka yang mobile atau pekerja sibuk yang tak sempat keluar kantor untuk makan siang misalnya.

Kotak makan yang menarik juga bisa menambah nafsu makan. Namun kadang makanan yang kita bawa dalam kotak makan jadi kurang segar ketika hendak kita santap, sehingga mengurangi nafsu makan.

Alfamidi menawarkan produk food container with ice pack atau kotak makan dengan es pendingin yang membuat buah atau sayuran yang kita bawa segar lebih lama. Produk ini ditawarkan dalam rangka memperingati hari jadi Alfamidi yang ke-11.

Rini Hestrinalia, Marketing General Manager Alfamidi, mengatakan produk kotak makan tersebut merupakan salah satu penawaran istimewa dari beragam promo Alfamidi yang berlaku hingga 15 November 2018. Ada dua model kotak makan yang ditawarkan, model bulat dan kotak.

Konsumen bisa mendapatkan harga istimewa produk tersebut jika memiliki kartu Ponta (member) Alfamidi dan mengumpulkan 5 stamp belanja. Stamp ini bisa didapat dengan belanja minimal Rp.50.000 berlaku kelipatan dan jika ada produk sponsor maka akan mendapatkan ekstra stamp. Jika sudah terkumpul 5 stamp, bisa ditukarkan dan akan mendapatkan food container with ice pack seharga Rp.59.900 dari harga normal Rp.149.900. Periode pengumpullan stamp hingga 31 Oktober, sedangkan periode penukaran stamp hingga 15 November 2018.

Setiap konsumen yang menukarkan stamp dengan menyertakan kartu member Ponta Alfamidi juga secara otomatis diikutkan dalam gebyar undian berhadiah. Ada 50 voucher belanja Alfamidi senilai masing-masing Rp 200.000, 8 smartphone Samsung Galaxy A8, 5 sepeda motor dan grand prize 3 pemenang liburan ke Jepang.

Semakin banyak menukarkan stamp, maka semakin besar kesempatan memenangkan undiannya,” ujar Rini.

Penulis: Natalia Trijaji