Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Koperasi Kopi Wonosalam-Jombang Ekspor Kopi Excelsa ke Malaysia Senilai Rp.360 juta

Koperasi Kopi Wonosalam-Jombang Ekspor Kopi Excelsa ke Malaysia Senilai Rp.360 juta

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Koperasi Kopi Wonosalam-Jombang Ekspor Kopi Excelsa ke Malaysia Senilai Rp.360 juta

Koperasi Kopi Wonosalam-Jombang Ekspor Kopi Excelsa ke Malaysia Senilai Rp.360 juta

Surabaya, Kabarindo- Para petani yang tergabung dalam Koperasi Kopi Wonosalam-Jombang binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berhasil mengekspor kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia sebesar 12 ton senilai Rp.360 juta.

Ini merupakan salah satu upaya mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi di Jatim melalui peningkatan ekspor produk unggulan.

Ekspor perdana Kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia tersebut dilepas secara langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto; dan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, pada Selasa (10/5/2022) di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Pada kesempatan tersebut, Rubath Kopi Jombang sebagai pelaku usaha asli Jombang juga menandatangani kontrak dagang dengan PT Indo Samudra Ekspor.

Khofifah mengapresiasi BI Jatim yang mampu membina para petani kopi Jombang sehingga mampu menembus pasar ekspor. Ia mengatakan, kopi jenis excelsa termasuk kategori kopi langka yang hanya menyumbang 7% produksi kopi dunia. Kopi excelsa di Jatim hanya ditemukan di Wonosalam, lereng Wilis dan lereng Ijen.

“Dengan ciri khas dan langkanya kopi jenis ini, saya mengajak anak muda Jombang untuk terus produktif mengembangkan potensi unggulan desa agar konsisten menembus pasar dunia,” ujarnya.

Budi berharap ekspor tersebut bisa menjadi pemicu semangat bagi klaster atau UMKM yang lain untuk berupaya menembus pasar global, dan dapat menatik minat para pengusaha untuk memfasilitasi pasar ekspor UMKM Jatim.

Budi menjelaskan, BI Jatim sejak 2019 telah melaksanakan pengembangan klaster kopi Wonosalam melalui berbagai program pendampingan secara end to end dari hulu ke hilir, di antaranya membuat demplot penyambungan dan penanaman bibit kopi, capacity building, cuping score, business matching hingga akses ke pameran lokal, nasional dan internasional.

Sejak mendapat pendampingan dari BI Jatim, produktivitas klaster kopi Wonosalam terpantau meningkat, hingga mampu mencapai target peningkatan kapasitas produksi di atas 10% dari 42 ton pada 2020 menjadi 53 ton pada 2021. Secara kelembagaan, pada 2021, kelompok binaan juga berhasil memperoleh legalitas kelembagaan koperasi dari Kemenkumham dengan nama Koperasi Produsen Kopi Wonosalam Jombang. Pada periode yang sama, kopi Wonosalam mendapatkan kerja sama dagang dengan agregator kopi dari Jogja untuk mengekspor ke Jerman. Pada 2022, Koperasi Kopi Wonosalam mencapai kesepakatan dengan agregator kopi dari Bali sehingga dapat mengekspor ke Malaysia.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER