Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > Kolaborasi Anak Bangsa Penerima SATU Indonesia Awards; Lawan COVID-19

Kolaborasi Anak Bangsa Penerima SATU Indonesia Awards; Lawan COVID-19

Berita Utama | Sabtu, 25 April 2020 | 20:22 WIB
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Kolaborasi Anak Bangsa Penerima SATU Indonesia Awards; Lawan COVID-19

Kolaborasi Anak Bangsa Penerima SATU Indonesia Awards; Lawan COVID-19

Berkarya dari berbagai daerah

Surabaya, Kabarindo- Di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, waktu baru menunjukkan pukul 5.00 Wita. Matahari belum muncul. Namun deru suara mesin jahit sayup-sayup mulai terdengar dari salah satu rumah penjahit. Bukan menjahit baju, melainkan menjahit masker.

Dia adalah Muhammad Aripin yang mencetuskan ide untuk menjahit masker kain. Sejak munculnya pandemi COVID-19, Aripin menginisiasi pembuatan masker kain dan dibagikan secara gratis untuk mereka yang membutuhkan. Sampai saat ini sudah lebih dari 15.000 masker kain ia bagikan. Harapannya bergantung pada para penjahit binaannya.

“Kami bagikan masker kain kepada keluarga pasien rumah sakit, petugas kebersihan, pengemudi ojek online, wartawan, kepolisian dan siapapun yang perlu. Sehari bisa lebih dari 400 masker kain dibagikan,” ujarnya.

Aripin, salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards pada 2016 kategori Kewirausahaan. Ia mendirikan Rumah Kreatif dan Pintar, sebuah yayasan yang fokus pada pemberdayaan kaum marjinal, termasuk penjahit penyandang disabilitas tuna rungu.

Serupa dengan gerakan Aripin, ada pemuda bernama Trisno, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Lingkungan di kaki Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia juga membuat gerakan mencegah penyebaran COVID-19 agar tidak masuk ke desanya.

Trisno, yang merupakan penggerak Kampung Berseri Astra Desa Wisata Tanon, gencar bergerak membuat program edukasi warga untuk mencegah penyebaran COVID-19 di tingkat masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah. Edukasinya meliputi bagaimana menghitung kekuatan dan kebutuhan logistik masyarakat, termasuk mengedukasi perencanaan keuangan jika terjadi kondisi yang betul-betul darurat. Ia juga menyebarkan informasi dan mengumpulkan data masyarakat dengan menggunakan teknologi terkini seperi link Google Forms dan voice notes yang mudah disebar melalui aplikasi Whatsapp. Ia juga membuka program relawan dan sampai saat ini telah terkumpul lebih dari 20 orang untuk satu desa.

Sejalan dengan Trisno, ada anak muda lainnya dari Jawa Tengah seperti Triana Rahmawati, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 kategori Kesehatan, yang fokus pada pemberian sembako untuk panti jompo di wilayah asalnya, Solo.

Ada pula Resika Caesaria di Banyumas, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kewirausahaan, yang membagikan masker dan hazmat secara gratis kepada rumah sakit dan siapapun yang membutuhkan. Saat ini sudah lebih dari 13.000 masker dan 1.000 hazmat yang dibagikan, hasil sumbangan dari para donatur dan usaha cimol milik Resika.

Di Jawa Timur, beberapa pemuda-pemudi penerima SATU Indonesia Awards juga tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Yoga Andika, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 kategori Pendidikan, memberikan edukasi kepada masyarakat di Pasar Tosari, Kabupaten Probolinggo, karena saat ini pasar masih beroperasi seperti biasa.

Lalu Ratna Indah, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2011 kategori Kesehatan, yang menjadi penyuluh kesehatan di Kabupaten Pasuruan. Ia masih mengedukasi masyarakat mengenai virus Corona secara door-to-door.

Kemudian A’ak Abdullah, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2010 kategori Lingkungan, menggalang dana untuk menyediakan hand sanitizer dan tangki penyemprot disinfektan untuk masyarakat di Kabupaten Lumajang.

Ahmad Hasyim, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 kategori Kelompok, seorang perawat yang mendirikan Pedis Care, klinik yang merawat dan menyembuhkan luka diabetes di Kota Malang. Ia bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia menggalang dana untuk membagikan alat pelindung diri, vitamin dan makanan bagi para perawat yang bertugas di beberapa rumah sakit di Malang.

Di Kota Bandung, Jawa Barat, Dani Ferdian, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2015 kategori Kesehatan, seorang dokter muda bersama tim Volunteer Doctors-nya membuat program edukasi melalui podcast agar mudah dibagikan ke pihak-pihak lain. Ia juga memprakarsai situs bantumedis.com untuk mendata, mengumpulkan donasi dan membagikan APD agar tepat sasaran ke fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER