Kecombrang Cooking Challenge; Tantang Berkreasi Bikin Menu Lezat dan Menarik dari Kecombrang

Kecombrang Cooking Challenge; Tantang Berkreasi Bikin Menu Lezat dan Menarik dari Kecombrang

Kecombrang Cooking Challenge; Tantang Berkreasi Bikin Menu Lezat dan Menarik dari Kecombrang

Chef Suherman dan Imam Mustafa Juara 1 berkat menu Sup Udang Ketela Bunga Kecombrang

Surabaya, Kabarindo- Duet GM Aston Hotel Sidoarjo, Imam Mustafa, dan Chef Suherman menjadi Juara 1 dalam “Kecombrang Cooking Challenge - Explore Your Cooking Passion” yang digelar iniSurabaya.com bersama Dapoer Kecombrang dalam rangka peringatan Hari Pahlawan pada Rabu (10/11/2021).

Pasangan ini menang berkat menu Sup Udang Ketela Bunga Kecombrang olahan mereka yang mampu menarik perhatian tim juri di ajang tersebut. Tim juri terdiri dari Budhy Guntur Iriansah, GM Singgasana, Chef Bambang Nurianto, Ketua Umum Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) dan Manda Roosa, jurnalis SSFM Radio.

Juara 2 adalah duet David Charles Kalalo, GM Novotel Samator, dan Chef Dedi Daniansyah, sedangkan Sabar Sitompul, GM Novotel Surabaya Hotel & Suites, dan Chef Djoko Sutrisno meraih Juara 3. Juara Favorit dimenangkan oleh Kencana Herdianto, OM Ibis Style Surabaya Jemursari, dan Chef Sarto.

“Kecombrang Cooking Challenge - Explore Your Cooking Passion” mewajibkan para peserta memasak dengan kecombrang. Mahani, koordinator acara, mengatakan bahan ini dipilih sebagai bahan utama, karena belum banyak dikenal di dunia kuliner.

Lomba diikuti 20 peserta yang terdiri dari general manager/hotel manager serta chef dari hotel bintang 2-4 di Surabaya dan Sidoarjo. Lomba dibagi dalam tiga sesi, masing-masing pasangan diberi kesempatan memasak dalam waktu 30 menit. Mereka bebas berkreasi untuk meracik menu yang lezat dan menarik dari sisi tampilan.

Imam Mustafa-Chef Suherman meracik masakan mereka cream soup dari bahan daging, udang, ikan dan ubi ungu yang dikombinasi dengan kecombrang. Olahan ini disajikan dengan daging cacah yang diracik bersama potongan kecombrang serta udang windu di atasnya.

Salah satu juri, Chef Bambang, mengatakan kecombrang merupakan tanaman yang tidak mudah diolah. Jika salah meraciknya, akan menimbulkan aroma langu. Agar tidak langu, kecombrang harus direbus lebih dulu. Tujuannya, air dalam kecombrang bisa keluar dan langunya hilang.

“Kecombrang memiliki karakteristik unik. Aromanya khas dan kuat. Jika tidak diolah dengan benar, bisa merusak rasa. Sebaliknya, dengan pengolahan yang tepat, bisa membuat rasanya tambah lezat,” ujarnya.

Owner Dapoer Kecombrang, Emanuel Sucipto, mengatakan selama ini kecombrang dalam bentuk bunga dikenal hanya sebagai sayuran atau lalapan yang dipadu dengan sambal. Padahal kecombrang cocok untuk dipadukan dengan beragam bahan lainnya, sehingga bisa menjadi aneka menu yang nikmat.

Ia berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi awal dari melambungnya kecombrang, tanaman asli Indonesia menjadi bumbu asli negeri ini dan sekaligus bumbu terbaik dunia.

“Semoga masakan olahan para hotelier di acara ini bisa mengharumkan nama Indonesia seharum dan seindah bunga kecombrang,” ujar Sucipto.

Di ajang lomba tersebut, para peserta mengenakan kostum pejuang, pramuka atau ala TNI. Ada pula yang mengenakan busana tradisional, seperti yang dikenakan Firman S Permana, GM Surabaya Suites Hotel yaitu pakaian khas Madura, dan Sabar Sitompul, GM Novotel Surabaya Hotel & Suites Ngagel, yang memakai baju adat Batak. Sedangkan Imam Mustafa dan Chef Suherman kompak mengenakan kostum ala veteran perang kemerdekaan.