Kebun Eptilu di Garut Sukses Terapkan Hortikultura Modern, Gunakan Teknologi Tepat Guna
Binaan Bank Indonesia, miliki lahan 75 ha
KABARINDO, SURABAYA - Kebun Eptilu (F3/Fresh From Farm) di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sukses menerapkan hortikultura modern dan meningkatkan produktivitas.
Kebun Eptilu yang semula hanya memiliki lahan 5 ha, kemudian berkembang menjadi 18 hektar dan kini mencapai 75 ha. Hal ini berkat sistem teknologi pertanian canggih tepat guna yang diadopsi dari Amerika Serikat (AS).
Owner Eptilu, Rizal Fahreza, mengatakan Eptilu merupakan kebun edukasi binaan Bank Indonesia yang memiliki cara perawatan berbeda dibandingkan kebun hortikultura pada umumnya di Indonesia. Ia menjelaskan, kebun ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi maupun secara alami. Hal ini dilakukan agar pengunjung bisa membandingkan secara langsung antara penggunaan teknologi dengan penanaman secara alami.
“Eptilu ini merupakan tempat edukasi pertanian. Pengunjung bisa melihat bagaimana hasil pertanian yang dikembangkan secara alami dan yang menggunakan teknologi,” paparnya dalam kegiatan Capacity Building Media Jawa Timur pada Jumat (13/2/2026).
Ia memaparkan, cabai rawit yang dikembangkan secara alami memiliki usia 4 bulan masa penanaman dan 4 bulan masa produksi. Daun-daunnya kecil, cenderung keriting dan menguning. Sedangkan cabai rawit yang dikembangkan menggunakan teknologi memiliki usia hingga 2-3 tahun tinggi, batang pohon hingga 2 meter, daun-daunnya lebar dan hijau serta buah-buahnya besar dan panjang.
Rizal menjelaskan, Eptilu menerapkan teknologi yang dipelajarinya di AS terhadap tanaman yang dikembangkan di dalam green house sejak 2022, dengan metode penyiraman menggunakan aplikasi yang dikendalikan dari ponsel. Sistem ini memungkinkan penggunaan air secara efisien dan efektif sekaligus menjaga kestabilan nutrisi tanaman.
Green house tersebut mampu menampung 4.000 pohon dan sudah 2 kali tanam. Yang pertama mampu berlangsung selama 3 tahun, Setelah 3 bulan tanam perdana, sudah bisa dipanen. Setiap minggu bisa panen, sekali panen mencapai lebih dari satu ton.
Rizal mengatakan, produksi cabai, tomat serta produk pertanian Eptilu lainnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Bahkan mampu memasok produk ke DKI Jakarta dan Banten. Eptilu juga mengembangkan usaha agar produksi tanaman hortikulturanya memiliki nilai tambah melalui berbagai produk olahan seperti cabai bubuk dan keripik kentang.
"Kami ingin membuktikan bahwa penggunaan teknologi di sektor pertanian mampu meningkatkan hasil, juga membangun ekosistem yang berkelanjutan dan menyejahterakan petani,” ujarnya.





