Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Iptek > Jusuf Kalla: Perdamaian Dunia Butuh Keadilan dan Penguasaan Teknologi

Jusuf Kalla: Perdamaian Dunia Butuh Keadilan dan Penguasaan Teknologi

Iptek | 2 jam yang lalu
Editor : Orie Buchori

BAGIKAN :
Jusuf Kalla: Perdamaian Dunia Butuh Keadilan dan Penguasaan Teknologi

KABARINDO, Yogyakarta– Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa upaya menciptakan perdamaian harus didasarkan pada keadilan serta didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disampaikan saat memberikan tausiah Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Dalam ceramahnya, Kalla mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa mendamaikan pihak yang berselisih merupakan amal yang lebih utama dibandingkan salat dan puasa sunnah. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya perdamaian dalam kehidupan manusia.

“Rasulullah mengatakan bahwa amal yang lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah mendamaikan orang yang berselisih,” ujarnya.

Kalla menjelaskan bahwa konflik umumnya muncul karena berbagai faktor, mulai dari ketidakadilan, persoalan politik dan sosial, sengketa wilayah, ideologi, hingga agama dan perebutan sumber daya alam. Ia menilai ketidakadilan menjadi penyebab terbesar konflik, termasuk di Indonesia.

Ia menyebutkan, dalam sejarah Indonesia terdapat sedikitnya 15 konflik besar, dan sebagian besar dipicu oleh ketidakadilan yang dirasakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

“Dari sekitar 15 konflik besar di Indonesia, sembilan di antaranya terjadi karena ketidakadilan,” katanya.

Kalla juga menyoroti konflik global yang saat ini banyak terjadi di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim. Ia menilai situasi tersebut ironis karena ajaran Islam sendiri menekankan pentingnya perdamaian.

Selain itu, ia menyinggung dinamika konflik internasional, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, perang modern kini tidak lagi ditentukan oleh jumlah pasukan, tetapi oleh penguasaan teknologi militer seperti roket, drone, dan sistem persenjataan canggih.

“Perang sekarang bukan lagi soal banyaknya tentara, tetapi siapa yang menguasai teknologi,” ujarnya.

Karena itu, Kalla menekankan pentingnya pengembangan sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai kampus memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi yang dapat memperkuat kemajuan bangsa.

Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Menurut Kalla, Indonesia sejak lama telah berkontribusi dalam diplomasi perdamaian, salah satunya melalui gagasan Soekarno yang menggagas Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.

Dalam kesempatan itu, Kalla juga membagikan pengalamannya dalam menyelesaikan konflik di Indonesia, termasuk konflik di Ambon yang berhasil dihentikan melalui perundingan damai yang kemudian dikenal sebagai Perjanjian Malino.

Ia mengatakan pendekatan dialog, keberanian, serta pemahaman agama secara benar menjadi kunci untuk menghentikan kekerasan antar kelompok yang berkonflik.

“Konflik bisa dihentikan jika kita memahami akar masalahnya dan mau duduk bersama mencari solusi,” kata Kalla.

Melalui tausiah tersebut, Kalla mengajak masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian serta mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER