Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi. (FOTO : DOK.KEMENHAJ).
______
JAKARTA – Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Dendi Suryadi, memberikan instruksi keras terkait kedisiplinan dan integritas para petugas haji yang akan bertugas di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan dalam pengarahan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M.
Dendi menekankan bahwa komitmen melayani jemaah harus menjadi prioritas utama. Ia memperingatkan agar tidak ada petugas yang melalaikan tanggung jawabnya demi kepentingan pribadi saat berada di tanah suci.
“Jangan sampai terima honor, tapi di Arab Saudi justru menghilang dan tidak melayani jemaah,” tegas Dendi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Selain masalah kehadiran, Dendi menyoroti perilaku petugas saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia mewajibkan petugas yang sudah berhaji untuk tetap mengenakan seragam resmi sebagai identitas sekaligus teladan bagi para jemaah. Ia juga mengingatkan pentingnya loyalitas terhadap instruksi pimpinan di lapangan.
“Jangan jadi petugas yang bangkang, tidak mau diperintah. Ikuti perintah atasan dan pimpinan langsung,” ujarnya.
Aspek etika dan kebersihan lingkungan turut menjadi poin perhatian dalam arahan tersebut. Dendi meminta para petugas menjaga perilaku, termasuk tidak merokok maupun membuang sampah sembarangan di area publik. “Kalau tidak bisa membersihkan, jangan ikut mengotori,” katanya tegas.
Dendi juga menyelipkan pesan spiritual agar para petugas tidak memandang sebelah mata setiap bantuan yang diberikan kepada jemaah, sekecil apa pun itu. “Jangan remehkan amal kecil. Bisa jadi justru amal kecil itulah yang menjadi sebab kita masuk surga,” tuturnya.
Di akhir arahannya, Irjen Kemenhaj menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya dilihat dari sisi fasilitas, melainkan dari keselamatan dan kebahagiaan para jemaah. Sinergi antara PPIH pusat, kloter, hingga KBIHU menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
“Indikator keberhasilan itu sederhana: jemaah wafat sangat sedikit atau tidak ada, tidak ada jemaah yang hilang, dan tidak ada jemaah yang bersedih,” pungkasnya.





