House of Sampoerna; Ajak Masyarakat Kunjungi Kampung-kampung Lawas di Surabaya

House of Sampoerna; Ajak Masyarakat Kunjungi Kampung-kampung Lawas di Surabaya

House of Sampoerna; Ajak Masyarakat Kunjungi Kampung-kampung Lawas di Surabaya

Ikuti tur virtual Kampung dari Seberang, kental dengan sejarah masa lalu

Surabaya, Kabarindo- Memperbincangkan Surabaya tak akan lepas dari kisah-kisah heroik pada kurun November 1945. Namun jika ditelusuri lebih jauh, sesungguhnya ibukota Jawa Timur ini memiliki banyak sisi menonjol lain yang dapat mewakili figur kota, sekaligus berpotensi sebagai wisata sejarah.

House of Sampoerna, melalui Surabaya Heritage Track (SHT), mengajak peserta tur (trackers) untuk mengikuti rangkaian tur bertajuk “Wajah-wajah Surabaya” yang dikemas secara virtual. Trackers bisa menyambangi sudut-sudut kota dalam tur virtual Kampung dari Seberang.

Tur tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 17 Juli 2021, pukul 15.00 – 16.30 WIB. Peserta harus mendaftar melalui bit.ly/turvirtualSHT. Trackers bisa menyelami Surabaya dalam balutan budaya khas Arek, semangat pergerakan arek-arek Suroboyo yang multikulural serta identitas lainnya yaitu sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pelabuhan.

Surabaya telah bergeliat jauh sebelum kolonialisasi Belanda. Keberadaan sungai Kalimas yang juga muara bagi sungai Brantas, memberikan keuntungan tersendiri secara geografis, dimana perkampungan awal terbentuk dan tumbuh linier mengikuti bentang aliran sungai. Sebut saja Keraton Surabaya yang berpusat tak jauh dari Kalimas dengan kampung-kampung kecil penopang yang tersebar di sekitar kawasan sungai seperti Peneleh, Maspati, Carikan, Plampitan, Bubutan maupun Ketandan yang hingga kini masih dapat dinikmati keberadaanya sebagai wujud preservasi kota.

Letak geografis yang strategis pula telah menjadikan Surabaya pada masa lalu sebagai daya tarik bagi pelaut asing dari Arab, Gujarat, Cina dan Eropa untuk berniaga dan akhirnya bermukim serta membentuk komunitas. Tak ayal jejak budaya dari segi tradisi maupun arsitektural yang mendapat pengaruh dari pemberlakuan sistem segregasi wilayah pada masa kolonial, hingga kini masih dapat ditemukan tersebar di sisi utara dan memperkaya warna Surabaya.

Program SHT diluncurkan pada 2009 dengan konsep tur keliling kota menggunakan bis bermodel kereta trem yang pernah berjalan di Surabaya tempo dulu. Trackers dapat menikmati dan mengenal sejarah bangunan-bangunan cagar budaya, sejarah Surabaya yang terkenal sebagai Kota Pahlawan, kisah Babad Surabaya serta kekayaan ragam budaya yang menjadi ciri khas Surabaya.

Dalam upaya untuk terus mendukung Surabaya sebagai destinasi wisata, SHT menyelenggarakan program daring berbentuk tur virtual. Program ini diselenggarakan sejak Mei 2020 yang dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai alternatif berwisata pada masa pandemi Covid-19.

HoS telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Nusantara maupun asing, dikunjungi oleh 17.000 orang rata-rata per bulan dari 160 negara lebih, HoS berhasil meraih berbagai penghargaan, salah satunya adalah Nomine Anugerah Purwakalagrha Indonesia Museum Awards 2019 kategori ‘Museum Unik’ yang diselenggarakan oleh Komunitas Jelajah, Top 10 Museum di Indonesia sejak 2013 – 2019 dan Travelers’ Choice Winner 2020 dari Trip Advisor.

Penulis: Natalia Trijaji