Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > High Level Meeting TPID Jatim; Dukung Optimalisasi BUMD

High Level Meeting TPID Jatim; Dukung Optimalisasi BUMD

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
High Level Meeting TPID Jatim; Dukung Optimalisasi BUMD

High Level Meeting TPID Jatim; Dukung Optimalisasi BUMD

Sebagai intermediatory supply-demand komoditas pangan strategis

Surabaya, Kabarindo- High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan pada Selasa (3/11/2020) mendukung optimalisasi peran BUMD sebagai intermediatory supply-demand komoditas pangan strategis.

Hal ini dilakukan melalui penandatanganan Surat Penugasan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua TPID Jatim kepada PT Jatim Graha Utama sebagai BUMD Jatim.

Sebagai pilot project fungsi intermediatory tersebut, dilakukan pula penandatanganan sejumlah MoU Business to Business antara PT Jatim Graha Utama selaku Intermediatory Supply-Demand Komoditas Strategis dengan Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar, Koperasi Sumber Rejeki Bojonegoro, Koperasi Pundi Artha Mulia Bojonegoro dan Gapoktan Tunas Muda Bangkalan.

Khofifah berharap TPID dapat mendorong terselenggaranya kerja sama antar daerah, baik kerja sama antar kabupaten/kota di Jatim maupun dengan provinsi lain di Indonesia melalui peranan lembaga intermediatory komoditas pangan strategis (BUMD pangan) yang merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan inflasi di Jatim.

Pemahaman mengenai surplus defisit komoditas termasuk pola seasonalnya menjadi kunci keberhasilan dan efektivitas kerja sama antar daerah, ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, menambahkan salah satu risiko inflasi Jatim 2020 dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat dalam merespon pandemi Covid-19. Dari sisi komoditas, selama 2018-2020, risiko inflasi terbesar (high risk) dimiliki oleh komoditas emas perhiasan. Sementara itu, dalam kategori medium risk berturut-turut dengan sumbangan inflasi terbesar dan frekuensi yang sering mempengaruhi inflasi Jatim adalah komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, angkutan udara, bawang merah, beras, cabai rawit, bensin dan biaya perguruan tinggi.

Difi mengatakan, BI memperkirakan inflasi Jatim 2020 sejalan dengan target yang telah ditentukan dan cenderung bias ke bawah. Jatim juga merupakan provinsi yang mampu mengendalikan inflasi yang stabil selama HBKN dalam 3 tahun berturut-turut. Hal ini merupakan hasil koordinasi yang efektif antara TPID Jatim bersama satgas pangan.

Untuk akhir tahun, kami berharap kondisi Covid-19 di Jatim terus membaik dengan inflasi yang tetap terkendali, sehingga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan daya beli dan mendukung recovery perekonomian Jatim,ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengatakan Pemprov Jatim yakin dari sisi ketersediaan (supply) kondisinya cukup baik. Sedangkan dari sisi demand, pemerintah telah mendorong melalui berbagai kebijakan dan bantuan sosial untuk mendukung daya beli masyarakat di Jatim. Bantuan tersebut dipriotitaskan kepada masyarakat yang paling rentan terhadap akibat pandemi Covid-19.

Perbaikan potensi terus dilakukan sebagai upaya menekan angka Covid-19, yang diharapkan mampu mendukung perekonomian seperti adanya penerapan protokol Covid-19 dan standarisasi lainnya di area industri agar tetap menjalankan aktivitas ekonomi, ujarnya.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER