Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > GAIKINDO Yakin Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Mampu Jawab Kebutuhan Kendaraan Pick-up

GAIKINDO Yakin Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Mampu Jawab Kebutuhan Kendaraan Pick-up

Ekonomi & Bisnis | 1 jam yang lalu
Editor : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
GAIKINDO Yakin Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Mampu Jawab Kebutuhan Kendaraan Pick-up

GAIKINDO Yakin Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Mampu Jawab Kebutuhan Kendaraan Pick-up

Paham seluruh kebutuhan dalam negeri

KABARINDO, SURABAYA - Sejak berdiri pada 1969, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) bersama anggotanya yang didukung penuh oleh pemerintah Indonesia, telah membangun industri otomotif nasional.

GAIKINDO terus mempelajari dan menyesuaikan perkembangan industri otomotif Indonesia dengan kebutuhan masyarakat Indonesia akan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, termasuk kendaraan pick-up.

Perlu menjadi catatan bahwa dengan pemahaman tersebut, industri otomotif nasional mampu mengembangkan platform jenis kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversikan menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV) yang saat ini diproduksi dan digunakan masyarakat Indonesia.

Konversi yang sebelumnya berawal dari bekerja sama dengan berbagai industri karoseri (body builder), juga kemudian dikembangkan lebih dalam oleh berbagai pabrikan kendaraan, sehingga saat ini berbagai MPV menjadi fully manufactured. Jenis MPV saat ini sangat digemari dan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat di Indonesia maupun di Asia Tenggara. Pendalaman dan pemahaman yang sama juga dibangun untuk mengembangkan platform jenis kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi berbagai kegiatan usaha di dalam negeri.

Berangkat dari dalamnya tingkat pemahaman industri otomotif Indonesia terhadap berbagai kebutuhan dalam negeri, GAIKINDO berpendapat sudah seharusnya industri otomotif Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memenuhi seluruh permintaan dalam negeri. Hal itu ditekankan Anton Kumonty, Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO.

”Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Kami juga memiliki kemampuan dan kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial didalam negeri,” ujar Anton dalam rilis dari GAIKINDO pada Jumat (27/2/2026).

Saat ini, GAIKINDO mencatat jumlah anggota sebanyak 61 perusahaan otomotif. Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah atau pick-up selama ini diproduksi oleh beberapa perusahaan anggota GAIKINDO yaitu PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motor

Secara keseluruhan anggota-anggota GAIKINDO tersebut mempunyai kapasitas produksi untuk jenis kendaraan pick-up mencapai lebih dari 400.000 unit per-tahun yang GAIKINDO yakini cukup untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan dalam negeri. Jika semua kebutuhan dalam negeri tersebut murni hanya dipenuhi oleh industri otomotif Indonesia, maka akan berdampak luar biasa bukan hanya bagi anggota GAIKINDO, namun seluruh ekosistim industri otomotif nasional dari hulu sampai hilir akan terlibat. Satu unit mobil yang dibuat itu terdiri dari lebih 20,000 komponen dan tentunya bermacam bahan baku, mulai dari besi baja, kaca, karet, plastik, fabrik dan lainnya. Berbagai komponen tersebut dibuat dan dirakit oleh pabrikan-pabrikan komponen di dalam negeri yang jumlahnya mencapai ribuan perusahaan termasuk industri kecil menengah (IKM) dan jutaan tenaga kerja.

Anton menambahkan bahwa saat ini industri otomotif Indonesia termasuk di dalamnya adalah anggota-anggota GAIKINDO dan Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta pemerintah dapat memberikan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan atas kendaraan-kendaraan komersial tersebut, sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri serta memastikan keberlanjutan keterlibatan tenaga kerja yang mencapai sekitar 1,5 juta pekerja di seluruh rantai backward linkage dan forward linkage industri.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER