Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > Dukung UMKM Tangguh Lewat Verifikasi Identitas Digital, Kunci Tingkatkan Ekosistem Digital yang Inklusif

Dukung UMKM Tangguh Lewat Verifikasi Identitas Digital, Kunci Tingkatkan Ekosistem Digital yang Inklusif

Ekonomi & Bisnis | Sabtu, 26 November 2022 | 14:00 WIB
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Dukung UMKM Tangguh Lewat Verifikasi Identitas Digital, Kunci Tingkatkan Ekosistem Digital yang Inklusif

Dukung UMKM Tangguh Lewat Verifikasi Identitas Digital, Kunci Tingkatkan Ekosistem Digital yang Inklusif

Surabaya, Kabarindo- Akses digital yang mudah dan aman menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya inklusi keuangan di Indonesia. Seiring menjamurnya platform teknologi selama beberapa tahun terakhir, makin banyak segmen masyarakat khususnya UMKM dan pekerja informal yang dapat mengakses layanan keuangan.

Hal ini sejalan dengan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2022, bahwa pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia naik sebesar 8% dalam 3 tahun terakhir menjadi 85,10% dibandingkan dengan hasil SNLIK 2019.

Penyedia layanan identitas digital yang juga bagian dari Gugus Tugas Digitalisasi B20, VIDA menilai kenaikan inklusi keuangan di Indonesia terus didukung oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya dukungan terhadap UMKM agar terintegrasi dalam ekosistem digital. Hal ini tercakup dalam salah satu rekomendasi yang diberikan oleh Gugus Tugas Digitalisasi B20 baru-baru ini, yaitu mendorong konektivitas universal untuk ekonomi digital, layanan pemerintah dan standarisasi global untuk perlindungan data, yang dapat memastikan inklusi dan menghilangkan kesenjangan digital.

Menurut Adrian Anwar, Chief Revenue Officer VIDA, membukakan gerbang yang aman dan mudah bagi UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital menjadi diskursus publik yang masih jarang diangkat. Padahal, dua tahun terakhir telah mengajarkan kita tentang pentingnya membangun rasa percaya konsumen kepada platform digital di tengah ancaman keamanan siber yang juga meningkat.

“Untuk itu, kami mengapresiasi atensi yang tinggi dari pemerintah dan dunia usaha dalam forum B20 telah mengangkat pentingnya digital trust dalam skala yang lebih luas dalam mendorong ekonomi yang inklusif,” ujarnya pada Sabtu (26/11/2022).

Namun mendorong integrasi digital UMKM menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi oleh ekosistem digital Indonesia untuk mendukung bertumbuhnya inklusi keuangan di Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM telah menargetkan 30 juta UMKM untuk terintegrasi dengan ekosistem digital pada 2024, di mana hingga 2022 masih ada 5 juta UMKM yang harus didukung integrasinya agar dapat memiliki efek yang lebih besar terhadap meningkatnya inklusi keuangan di Indonesia.

Verifikasi identitas digital yang lebih mudah dapat berdampak pada peningkatan kepercayaan (trust) pelaku UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital. Berdasarkan temuan internal VIDA, 25% dari calon pengguna layanan keuangan digital berhenti memproses registrasi mereka karena proses verifikasi konvensional yang memakan waktu 30-40 menit dan memberi ketidaknyamanan bagi sebagian orang yang enggan melakukan video call dengan orang asing.

“Implementasi verifikasi identitas digital yang sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan liveness detection dapat mendukung akses digital yang lebih cepat dan aman.” ujar Adrian.

Merangkul UMKM yang masih jauh dari akses ekosistem digital menjadi fokus bagi industri digital untuk mendukung target pemerintah Indonesia dalam meningkatkan jangkauan inklusi keuangan Indonesia menjadi 90% pada 2024. Untuk itu, VIDA berusaha merangkul UMKM dengan bekerja sama dengan berbagai partner strategis dari ekosistem digital seperti Kredivo, Bank Jago, Warung Pangan dari PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) dan Grab untuk memudahkan UMKM teridentifikasi secara cepat dan mendapatkan akses layanan digital dari platform digital dengan lebih aman dan nyaman.

“Mendukung UMKM menjadi lebih tangguh di era digital menjadi salah satu fokus utama VIDA, agar seluruh lapisan masyarakat terutama UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem digital secara aman dan terpercaya. Melalui kerja sama strategis kami bersama para platform digital, UMKM dapat terverifikasi untuk bertransaksi dan mengembangkan bisnis di ekosistem digital yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan lebih jauh ekonomi digital Indonesia,” ujar Adrian.

Selama pandemi, VIDA telah bekerja sama dengan Grab dan Kemenkop UKM mendukung lebih dari 200.000 UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital melalui bantuan verifikasi identitas atau e-KYC yang mudah dan nyaman berbasis sertifikat elektronik.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER